<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339</id><updated>2011-07-30T18:53:31.807-07:00</updated><category term='तेर्दिदिक-bodoh'/><category term='Agak ilmiah “katanya”'/><category term='Analisis Najis'/><category term='kematian'/><title type='text'>celoteh pemimpi dalam khayalan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-5057811780952029123</id><published>2009-06-19T11:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T11:11:49.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agak ilmiah “katanya”'/><title type='text'>Pemimpin Tanpa Karakter</title><content type='html'>Kepemimpinan adalah gabungan antara strategi dan karakter, &lt;br /&gt;tetapi apabila kita harus memilih salah satu, maka pilihlah yang kedua.&lt;br /&gt;(Jendral H. Norman Schwazkoft)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ini hanya suara dari kegelisahan yang menghinggapi seorang yang jenuh atas kondisi bangsanya. Ia berharap sesuatu lain yang dapat dijadikan penopang punggung rakyat ketika kelelahan mulai menghingapi keseharian mereka. Betapa tidak, sehari-hari mereka menjalani kehidupan berbagsa yang amburadul sampai-sampai sulit untuk membedakan kita sedang dalam lindungan Negara atau tidak, sedang dalam proses berbangsa atau tidak, sedang membangun dan mengembangkan budaya atau malah menurunkan derajat martabat kemanusiaan. Keadaan ini semakin diperparah dengan kekosongan jiwa-jiwa ponolong dan semangat maju bersama dalam kesetaraan, para pemimpin seakan telah kehilangan roh pembimbing untuk melanjutkan tanggung jawab mereka, melaksanakan amanah yang dibebankan rakyat diatas pundak mereka.&lt;br /&gt;Baiklah, akan kita mulaipembahasan ini dengan menginggat masa lalu, mari sejenak kita menoleh kembali ke gelora reformasi yang pada tahun 1998 menjadi teriakan layak jual, disuarakan dan layak konsumsi untuk semua usia. Dimana suara perjuangan, pemberontakan dan kelelahan mendominasi keakutan pemikiran saat itu, dalam pemikiran mahasiswa semua bercampur aduk antara subjektifitas semangat pembaharuan dengan emosi zaman yang menjadi symbol kebangkitan bangsa Indonesia. Pada saat itu, kita hanya merubah kulit luarnya saja tanpa sekalipun menyentuh dasar filosofis perubahan  Itu semua terjadi karena kita belum mempersiapkan pemimpin yang menjadi patokan dan symbol perubahan. Memang untuk kesekian kali, kita berusaha bangkit dari kelelahan total atas suatu orde, dari orde lama meloncat ke orde baru, dari orde baru meloncat ke orde reformasi, sampai nantinya kita akan menemukan bentuk sintesis yang sesuai dengan karakter dan jiwa bangsa ini. &lt;br /&gt;Memang, pada setiap orde dominasi kekuasaan seakan terpusat kearah satu titik dengan ketergantungan penuh sekoci kuasa kecil pada induk pemegang kebijakan tertinggi. Sekoci-sekoci tersebut nyaman berada dalam lindungan kapal induk kekuasaan, sehingga ketika terjadi kekacauan dari kapal induk secara otomatis mereka juga langsung menerima dampaknya. Seperti itulah gambaran setiap orde yang kita lalui sebagai proses berjalan suatu bangsa. Namun, nampaknya kita perlu berefleksi total atas yang terjadi kemarin, ketika setiap perubahan yang kita perjuangkan berakhir dengan kebobrokan yang tidak kalah dengan kebobrokan yang kita robohkan. &lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Secara de facto, kegagalan tersebut dikarenakan kita tidak mempunyai amunisi berupa pemimpin yang cakap dan pantas, karena setelah dilakukan penghancuran atas suatu tatanan, maka yang dibutuhkan adalah pembangunan baru secara berkelanjutan, dan hal tersebut hanya akan berjalan ketika pemimpin yang disiapkan untuk mengisi tempat kosong tersebut mampu menjalankan peranannya.&lt;br /&gt;Perlu disadari bahwa pada saat semangat berubah dengan tanpa meggandaikan kekuatan dan kemampuan adalah sama juga bohong, begitu juga perubahan tanpa menggandaikan aspek kekontinuitas adalah percuma alias sia-sia. Kita begitu terpukau oleh bayangan masa depan sehingga cenderung melupakan bahwa pada perubahan itu sendiri butuh masing-masing persiapan sebagai batu pijakan untuk melakukan lompatan perubahan ke depan, tanpa persiapan itu, kita hanya berputar atau bahkan malah balik kucing kearah sebaliknya. Oleh karena itulah keberadaan pemimpin “the right men in the right place” sangat dibutuhkan untuk membangkitkan dan mengaktualkan kembali potensi bangsa yang sudah lama tertidur. Dan hal ini membutuhkan jiwa kepemimpinan yang mampu mengilhami pemimpin kita agar berbuat yang terbaik untuk bangsa ini, Indonesia.&lt;br /&gt;Semua bermula dan berjangkar pada pemimpin yang berjiwa kepimimpinan, jiwa yang mampu mempertanggung-jawabkan sikap dan kebijakan yang telah diambilnya dengan konsekuensi positif, bukan penyikapan negatif atas kesalahan yang telah terjadi, dalam bentuk penyesalan lalu mundur dengan meninggalkan luka dan banyak cacat yang menjadi pemberat bagi langkah selanjutnya. Sekarang kita akan membahas menggenai bagaimana harusnya pemimpin, seperti apa jiwa kepimimpinan yang harusnya terdapat dalam diri para pemuka bangsa untuk dapat memicu pergerakan progresif bangsa kearah positif, hingga kedepannya mampu dilihat bayangan indah sebuah negeri yang penuh dengan tawa riah kemenangan dari para pesakitan masa lampau.&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah suatu seni mengendalikan orang-orang dalam organisasi agar supaya perilaku mereka sesuai dengan perilaku yang diingini oleh pemimpin organisasi, dimana unsur-unsur yang bermain didalamnya adalah adanya orang dipengaruhi, orang yang mempengaruhi dan orang yang memperngaruhi mengarahkan kepada tercapainya suatu tujuan (Sunindia &amp; Widiyanti, 1998 : 4-5).&lt;br /&gt;Untuk itulah dibutuhkan kesatuan dari ketiga unsur tersebut, keharmonisan dan keselarasan. orang dipengaruhi (rakyat) menjadi lapisan terbawah dari susunan piramida negara, yang berfungsi sebagai pondasi atas bangunan diatasnya. Orang yang mempengaruhi (pelaksana pemerintahan) menjadi lapisan tengah sebagai perantara dan penghubung lapisan atas dengan lapisan yang ada dibawahnya. Kemudian orang yang memperngaruhi mengarahkan kepada tercapainya suatu tujuan (pemimpin) sebagai pengarah dan pembuat kebijakan yang selayaknya mampu mewadahi seluruh lapisan dibawahnya dan meng counter segala kemungkinan yang mungkin timbul dari susunan piramida ini kemudian mengarahkan mereka kearah apa yang menjadi tujuan utama.&lt;br /&gt;Oleh karenanya pemimpin dituntut untuk memiliki jiwa beradab, sebuah keadaan kepribadian dimana prinsip-prinsip kemanusiaan dipertaruhkan, bukan hanya dalam ranah individu, namun juga merembet kearah sosial. Lebih jauh lagi mampu menyikapi kondisi dan situasi dilematis tentang keberadaan segala kemungkinan yang timbul dari gesekan antar bagian negara. Yang penting bagi kita pemimpin adalah peka terhadap munculnya alasan-alasan, mampu menganalisisnya dan cakap mengatasinya (Keating, 1988 : 65).&lt;br /&gt;Presiden pertama Negara ini, Sukarno, berani bersikap dengan karakter ketegasan dan harga diri kebangsaan yang tinggi untuk menolak bantuan luar negeri yang menurutnya akan membawa dampak buruk terhadap bangsa ini. Ia menggatakan “go to hell with your aid”, meskipun itu harus dibayar mahal dengan rengangnya hubungan dengan Negara pemberi bantuan. Disini kita melihat bagaimana karakter seorang pemimpin yang berpihak pada harga diri kebangsaan dan berkemauan keras untuk menumbuhkan sikap mandiri dan berdikari pada bangsanya.&lt;br /&gt;Juga diperlukan kelihaian pemimpin dalam menyelesaikan konflik internal yang terjadi akibat gesekan antar bagian dalam struktur kekuasaannya. Karena hal ini akan berakibat fatal jika tidak mampu disikapi secara arif, namun juga akan berubah menjadi suatu kekuatan persatuan jika pemimpin tersebut mampu mengolah gesekan yang muncul tadi. Sesudah ketegangan diatasi, saling kepercayaan antara anggota dapat meningkat dan kerja sama serta hasil kerja sama mereka juga tambah baik, penyelesaian ketegangan kerap merupakan gabungan untuk memecah masalah dan menggadakan konfrontasi (Keating, 1988 : 43)&lt;br /&gt;Seorang pemimpin juga harus berakhlak mulia, mempunyai empati kepada orang lain (yang dipimpin), dapat menghargai dan mengikutkan mereka dalam proses bernegara, bukan hanya dijadikan sebagai aspal untuk melicinkan kepentingan sesaat pemimpin. Cukuplah kenyataan yang memperlihatkan pada kita bagaimana pemimpin yang diharapkan menjadi pengayom dan pelindung malah menjadi pagar makan tanaman, sehingga akan semakin menambah ketidak-percayaan dari mereka yang dipimpin dan pastinya akan berimbas pada kerelaan mereka untuk mengikuti instruksi pemimpin dan kesuksesan program yang telah dicanangkan sebagai kebijakan pemimpin. Dengan empati, kita (pemimpin) akan mampu untuk mengerti dan memahami seseorang (yang dipimpin) sedalam-dalamnya baik secara emosional dan intelektual (Riyana&amp;Pamekas, 2000 : 69).&lt;br /&gt;Ada sebuah serat jawa “Wulang Reh” yang ditulis oleh Sri Pakubuwono IV, didalamnya menggungkapkan  bagaimana pemimpin sejati. Adalah seorang yang dapat memimpin dirinya sendiri, memimpin dengan nuraninya. Ia tidak akan mengedepankan tumpah darah, namun ia akan menggedepankan cinta dan kasih saying sebagai senjata ampuhnya (Agum Gumelar, 2007 : 10) dalam prolog buku Javanese Wishdom.&lt;br /&gt;Kekayaan khazanah budaya nusantara akan nilai-nilai positif haruslah kita hargai sebagai suatu yang harus digali terus menerus-menerus, seperti dalam Wulang Reh, ternyata didalamnya hakikat jiwa pemimpin adalah seorang yang mampu menghadapi dan bersikap bijaksana, waspada, hati-hati dan mengutamakan pendekatan emosional terhadap yang dipimpin, bukan hanya itu seorang pemimpin dituntut memiliki spiritualitas yang tinggi. Dimana spiritual tersebut bermakna sebagai pembangkit dan pengayom jiwa pemimpin, ketika jiwa tersebut tidak dilatih dan dibina, maka yang terjadi adalah kesewenangan dan keinginan berdasar nafsu angkara murka. Oleh karenalah, seorang pemimpin wajib untuk membina spiritualnya sedemikian rupa untuk menjamin bahwa roh dan jiwa kepemimpinannya bersih dan murni sebagai salah satu usaha untuk tetap menjaga turunan sikap yang juga berlandaskan nilai-nilai keluhuran dan kebijaksanaan kepemimpinan.&lt;br /&gt;Memang dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan tidak bisa sekejap, tidak semudah membalik telapak tangan, namun perlu proses pendidikan yang sangat panjang. Disinilah letak peranan yang dapat dilakukan oleh institusi pendidikan, dan UGM termasuk didalamnya, disini yang kita lihat lihat adalah kebijakan universitas yang kiranya dapat mendukung program besar penumbuhan jiwa kepemimpinan mahasiswa yang nantinya diharapkanmampu melahirkan pemimpin handal progresif, berwawasan jauh kedepan serta mampu melihat dan menyikapi masa depan, namun tetap dalam bingkai kepribadian sebagai bagian tak terpisahkan dari manusia Indonesia. Dengan kata lain “kepala keatas ruang angkasa, namun kaki tetap berpijak dibumi pertiwi”. &lt;br /&gt;Banyak kebijakan yang seakan membatasi ruang gerak mahasiswa untuk dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan, bagaimana mungkin seorang mahasiswa mampu memenuhi tuntutan untuk mengembangkan diri dan membentuk karakter sosial jika hari-harinya selalu diisi dengan beratnya beban kuliah. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang kuliah dengan biaya sendiri? Atau mahasiswa yang mempunyai bakat dan minat yang dalam pada non-akademis? apakah mereka dianggap bodoh, hanya karena IPK rendah, padahal disalah satu sisi mereka harus mengharus berfikir dobel untuk melanjutkan kuliah mereka.&lt;br /&gt;Memang terdapat beberapa “penjahat akademis” dalam setiap angkatan mahasiswa, merekalah yang rela menjadi tumbal dari kebijakan yang dirasa memberatkan mereka, mereka ingin membentuk diri mereka seperti yang diinginkan. Memang ketika mereka melakukan itu, entah disadari atau tidak mereka pun melupakan tugas belajar untuk menumbuhkan wawasan mereka akan arti penting sebuah pendidikan formal. &lt;br /&gt;Bukankah setiap kita makhluk beradab dan bermartabat atas manusia yang lain? Jika ya, mengapa harus terjadi penistaan dan penyingkiran, bahkan pembunuhan karakter.&lt;br /&gt;Adakah yang salah dengan pendidikan kita, yang selalu saja menyebabkan lulusannya bermental inlander, tidak berkarakter dan tanpa jati-diri. Out-put yang dihasilkan hanya berupa sekelompok orang ber-IP tinggi yang tak jarang mempunyai kelemahan mental dan karakter. Atau mereka dengan kepandaian dan keilmuan yang diperoleh dalam tataran akademis yang hanya mampu diam melihat ketidak-mapanan dan penindasan sistem maupun ideologi penyiksa. Mereka baru akan berbicara jika itu menghasilkan keuntungan bagi kepentingan pribadi mereka.&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya kita merenung sejenak atas pokok permasalahan daripada keterbelakangan kita dan superior bangsa lain atas kita. Ketika terbesit kebodohan dalam nurani kita, cerminan tradisi masyarakat kita yang berperan dalam penghambatan perkembangan pendidikan bangsa kita dari ilmu mental jongos, buruh dan tentunya konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Sunindhia, Dra. Ninik Widiyanti, 1998, Kepemimpinan dalam Masyarakat Modern, Bina Aksara, Jakarta.&lt;br /&gt;Erry Riyana, Hardja Pamekas, 2000, Esensi Kepemimpinan Mewujudkan Visi menjadi Aksi, Elek Media Komputindo, Jakarta.&lt;br /&gt;Keating Charles J, 1988, Kepemimpinan, Teori dan Pengembangannya, Kanisius , Yogyakarta. (trj: A.M. Mangunhardjana) dari judul asli: The Leadership Book, 1992, Paulist Press, New York.&lt;br /&gt;Webe Agung, 2007, Javanese Wisdom, Berfikir dan Berjiwa Besar, Penerbit Indonesia Cerdas, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-5057811780952029123?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/5057811780952029123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/pemimpin-tanpa-karakter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5057811780952029123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5057811780952029123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/pemimpin-tanpa-karakter.html' title='Pemimpin Tanpa Karakter'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-4904584934783637425</id><published>2009-06-19T11:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T11:10:02.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agak ilmiah “katanya”'/><title type='text'>EKSISTENSI SEBAGAI INOVASI DALAM KRISIS EKONOMI GLOBAL</title><content type='html'>“kesadaran akan kekacauan dirinya, &lt;br /&gt;menyebabkan manusia menjadi tragis, tetapi bukan murung”&lt;br /&gt;(Albert Camus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terlintas dalam benak bahwa betapa hidup ini sungguh tidak sesuai dengan harapan dan kemauan kita, mulai dari pagi saat membuka mata, sampai pada malam beranjak tidur, sungguh penuh dengan berbagai hal yang membuat kita terenyuh, terheran dan terlebih lagi “tragis”. Penuh masalah, ketidak-mapanan, konflik dan gesekan. Seakan semua itu telah menjadi warna yang menghiasi hari-hari, selalu dan selalu ada hal yang tidak kita inginkan. Tidak peduli siapapun dan kapanpun, bosan dan jenuh pasti menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya, dan menjadi tonggak keberadaan diri sebagai manusia.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita telaah lagi, bagaimana yang tidak jelas dapat menjadi bagian tak terpisahkan dalam diri dan mengapa harus selalu begitu absurd dan selalu memuakkan. Hidup dipenuhi oleh permasalaha yang selalu menghiasi kedadaran kita. Dalam kontruksi kesadaran diri yang terlihat utuh dan kokoh, sebenarnya terdapat kekeroposan dan keheranan yang membuat hidup terasa makin absurd. Hal itu memang yang kita rasakan pada diri kita, namun sekarang konsep absurd tersebut akan lebih dikembangkan, menjadi lebih luas dan variatif.&lt;br /&gt;Ditengah kondisi yang memprihatinkan atas yang menimpa bangsa ini. Krisis ekonomi berkepanjangan, belum pulih luka akibat krisis financial beberapa tahun yang laul sudah dihantam lagi oleh krisis ekonomi global yang diakibatkan oleh krisis properti negeri paman san, kita seakan terjepit diantara tebing-tebing tinggi yang penuh dengan batu terjal, namun itu yang harus kita lewati jika ingin sampai pada puncak tebing itu. Perlunya pendasaran atas pemikiran yang nantinya akan melahirkan inovasi-inovasi baru dan mampu mengokohkan keberadaan kita sebagai bangsa yang mandiri dan mampu berdikari.&lt;br /&gt;Ketika krisis ekonomi ini telah menjadikan manusia dengan keculasan dan kecurangan tanpa nurani, beragam sikap memuakkan orang disamping kita dengan kesombongan harta untuk menginjak dan meneror kawan. Orang kaya dengan segepok uang yang tak jelas asal-muasalnya mencoba berdiri diatas perut lapar sang fakir-miskin, dengan gigi putihnya terbuka dalam terbahak-bahak ia menunjukkan bahwa betapa kuatnya kekuasaan kapital dalam hidup yang makin hari makin absurd dan memuakkan. Dengan pongahnya, mereka mengekarkan tangan yang penuh dengan lemak untuk mencengkeram harta yang dianggap akan menemani dan menolong mereka dalam situasi apapun.  Jenuhkah mereka yang merasa diatas angin kebebasan uang? Tentu tidak, Karena seakan mereka dilahirkan untuk menjadi kenyang ditengah paceklik panjang nurani kemanusiaan.&lt;br /&gt;Albert camus, seorang filsuf eksistensialis menyatakan bahwa terdapat konflik mendasar antara apa yang kita inginkan dari alam semesta  dan apa yang kita temukan di alam semesta. Tidak ada sesuatupun yang sesuai dengan kemauan kita, biarpun kita telah berusaha mewujudkannya. Disinilah alasan utama mengapa kita harus berani bersikap atas semua kenyataan, karena tidak ada yang sempurna dan kita harus selalu berproses menuju kesempurnaan. Ditengah kondisi ekonomi yang carut marut, bukti bahwa kita masih mampu berdiri tegar dan sanggup bersikap adalah bukti nyata kemanusiaan kita.&lt;br /&gt;Camus membuka pertanyaan, apakah ini terakhir kesimpulan bahwa hidup ini selalu berarti mengarah ke satu komit bunuh diri. Jika tidak memiliki kehidupan yang berarti, tidak berarti bahwa kehidupan adalah tidak pantas hidup? Camus tertarik dalam mengejar ketiga kemungkinan: bahwa kami dapat menerima dan hidup di dunia tanpa arti atau tujuan. Kondisi apapun yang tercipta harus mampu disikapi, meskipun itu adalah kepahitan mutlak dan kelelahan yang akan kita rasakan. Kita harus tetap tegar dalam kondisi apapun untuk membuktikan bahwa kita adalah manusia. Putus asa, apalagi melarikan diri adalah hal paling hina bagi harkat dan martabat manusia, apapun yang terjadi dalam Negara ini. Biarpun krisis ekonomi yang telah lama menempel dan menghantui, kita harus mampu bersikap dengan inovasi baru sebagai bukti eksistensi kita.&lt;br /&gt;Atas segala keabsurdan kondisi dan situasi, kita tidak boleh menyerah, apalagi berkata bahwa kita sepakat bahwa kerusakan ini disebabkan sesuatu diluar diri kita, kita haruslah menyadari bahwa yang kita jalani sekarang adalah sebuah pertarungan harga diri dan martabat manusia, jika kita menyerah pada kondisi ini, maka kita tak ubahnya seperti pecundang yang hanya mampu meratapi kekalahan, kepahitan dan ketidakmampuannya&lt;br /&gt;Jika memang seperti itu maka ada yang salah dalam diri ini, sehingga selalu saja kehendak dan kemauan menjadi hampa, seperti udara beracun “segar mematikan”. Sepertinya kotak hati ini selalu dipenuhi beragam kesalaham sistem berfikir dan menalar, nurani yang bersih dan suci tak lagi mampu mengimbangi kuatnya dorongan arus nafsu dan otoritas patriarki-rasional. Seakan kemauan dan kehendak menjadi tanpa arti ketika dihadapkan pada setumpuk realita yang membusukkan harapan, membusukkan pemikiran atas kesadaran yang mulai direduksi oleh lingkungan tempat serigala-serigala memasang wajah manis tanpa dosa.&lt;br /&gt;Karena manusia hidup dengan absurd, Camus menyarankan agar manusia memelihara kesadaran tersebut. Menghadapi ketiksesuaian tidak memerlukan dengan melarikan diri atau malah bunuh diri. Namun, sebaliknya memungkinkan kita untuk hidup dengan kehidupan yang penuh semangat pemberontakan atas kenyataan yang ansurd. Inilah yang menjadi roh utama dari tulisan ini, kita tidak harus menyerah (meski tidak seekstrim bunuh diri) pada kenyataan ini, bahkan kita harus memberontak dengan segala kemampuan yang ada untuk mennjukkan bahwa kita ada dan debagai pengada yang mampu bersikap terhadap apapun pengaruh dari luar. Krisis ekonomi ini adalah tantangan nyata dalam kehidupan, apakah kita akan memilih lari atau bertarung dengan kesungguhan hati dan semangat.&lt;br /&gt;Memang ada yang salah dalam realita ini, jika selalu saja usaha dan upaya yang dilakukan berujung pada kekosongan persona atas kehendak dan kebebasan. Kehampaan udara kebebasan makin memaksa kita untuk menghirup racun tirani bentukan kapitalis-borjuase, yang sebelumnya telah lebih dahulu disusupi angin ketergantungan atas ketiakmampuan kita melawan kenyataan. Terbentuk dari remah-remah feodalis pemuja kebangsawanan dan kematian yang fakir. Namun sekali lagi, ini bukan saatnya untuk berbincang tentang kepusasaan dan melarikan diri dari kenyataan, kita harus berani berdiri dan menantang segala yang ada didepan kita. Krisis ekonomi ini adalah ajang pembuktian kita sebagai manusia yang berkehendak, mengada dan sebagai pengada yang produktif. &lt;br /&gt;Pemberontakan lahir dari kesaksian atas sesuatu yang tidak rasional dan dihadapkan pada sesustu yang tidak adil serta kondisi yang yang tidak dapat dipahami, namun dengan naluri tanpa pertimbangan yang dimiliki pemberontakan adalah menuntut keteraturan ditengah kekacauan dan persatuan ditengan kecerai-beraian. (Camus, 1988 :40)&lt;br /&gt;Sebenarnya, patutkah kita menyalahkan orang lain atas kerusakan, kebrobrokan dan keterbelakangan dalam diri kita?. Jika memang itu patut, maka kita tak ubahnya seperti keledai dungu yang terjatuh dilubang dalam tanpa usaha untuk keluar dari lubang tersebut, hanya sibuk mengumpati lubang dan mencaci nasib yang tidak pernah memihak padanya. Namun lain halnya jika menjawab tidak, yang salah dari keterbelakangan adalah  kita sendiri, maka kita akan terus mencari dan berusaha menapaki dan menembel lubang yang ada. &lt;br /&gt;Tentu saja tidak, kita harus menanggung ini sebagai rangkaian dari segala perbuatan dan apa yang telah kita ciptakan sebagai pengada. Karena persona yang ada dalam diri kita akan selalu menuntut untuk kita selalu bersikap dalam kondisi bebas. Kebebasan bersikap dalam bidang ekonomi merupakan salah satu bukti eksistensi kita, mampu menciptakan kondisinya sendiri dan membuat dunianya sendiri, inilah yang sering disebut sebagai mandiri dan berdikari, yang harus kita perjuangkan sebagai bukti tanggung jawab kita pada diri kita.&lt;br /&gt;Karena kebebasan bukanlah hadiah yang diberikan suatu Negara atau seorang pemimpin, tetapi hak milik yang harus diperjuangkan setiap hari oleh semua orang dengan tetap memelihara kesatuan (Camus, 1988 : 77). Maka dari itu kebebasan ekonomi yang menjadai hak kita haruslah kita perjuangkan tanpa lelah sebelum kita mampu menjadi subjek ekonomi yang bebas berkehendak.&lt;br /&gt;Camus mengidentifikasi tiga karakteristik yang mustahil kehidupan pemberontakan, kemurnian, kita tidak boleh menerima atau rekonsiliasi dalam perjuangan. Kebebasan, kita benar-benar bebas untuk berpikir dan bersikap seperti yang kita pilih dan inginkan. Semangat, kita harus mengejar kehidupan yang kaya dan beragam pengalaman. Dalam artian bahwa kita tidak boleh menerima kondisi krisisis ini sebagai suatu keharusan, namun kita wajib memberontak atas keadaan ini.&lt;br /&gt;Pemberontakan memprotes, menuntut dan mendesak agar segala yang tidak benar segera dihentikan dan semua yang saat ini dibangun diatas pasir lunak dipindahkan keatas pondasi batu karang (Camus, 1988 :40).&lt;br /&gt;Haruskah kita merendahkan diri kita dengan diam saja ketika berhadapan dengan kondisi dan keadaan yang buruk, jika itu terjadi mungkin kita harus mempertanyakan lagi, apakah kita masih pantas disebut manusia? Karena manusia adalah subjek, persona yang bebas dan berkehendak.&lt;br /&gt;Perlunya pendasaran atas pemikiran yang nantinya akan melahirkan inovasi-inovasi baru dan mampu mengokohkan keberadaan kita sebagai bangsa yang mandiri dan mampu berdikari dalam percaturan ekonomi dunia. Inilah yang mengilhami tulisan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Camus Albert, 1999, Mite Sisifus, Pergulatan Dengan Absurditas (trj: Apsanti D), Gramedia, Jakarta.&lt;br /&gt;Camus Albert, 1988, Krisis Kebebasan  (trj: Edhi Martono), Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.&lt;br /&gt;Driyarkara Nicolaus. 2006. Karya Lengkap Driyarkara. Jakarta. Gramedia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-4904584934783637425?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/4904584934783637425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/eksistensi-sebagai-inovasi-dalam-krisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4904584934783637425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4904584934783637425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/eksistensi-sebagai-inovasi-dalam-krisis.html' title='EKSISTENSI SEBAGAI INOVASI DALAM KRISIS EKONOMI GLOBAL'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-3545324762619870169</id><published>2009-06-19T10:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T10:55:00.398-07:00</updated><title type='text'>Kembang</title><content type='html'>Baiklah, akan sedikit kami ceritakan tentang bagaimana seharusnya membangun dunia mimpi, dengan tujuan agar setiap orang dapat selalu mencintai mimpi-mimpinya;&lt;br /&gt;Langkah pertam yang harus dilakukan adalah membangun wahana yang menyisihkan semua kesedihan “termasuk” keluarga, teman bahkan masalah keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh lah mboh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoe kaya gini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun sebuah dunia, dimana bayang “ia” pun tak ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-3545324762619870169?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/3545324762619870169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/kembang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/3545324762619870169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/3545324762619870169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/kembang.html' title='Kembang'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-2708738315027474920</id><published>2009-06-19T10:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T10:51:44.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agak ilmiah “katanya”'/><title type='text'>ATOMISME LOGIS BERTRAND RUSSELL</title><content type='html'>Bernama lengkap Bertrand Arthur William Russell, lahir di Monmouthshire, Inggris pada tanggal 18 Mei 1872 dari keluarga bangsawan. Ia tinggal bersama neneknya karena orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil. Russell belajar matematika dan fisika di Trinity College di Cambridge. Russell juga pernah mengajar di Cambridge dan kemudian di Amerika. Tetapi ia lebih di kenal melalui kegiatan – kegiatan non akademisnya daripada melalui kuliah – kuliahnya di universitas.&lt;br /&gt; Selain sebagai ahli matematika, Russell dikenal sebagai seorang filsuf, dan juga sastrawan, politikus, serta pejuang perdamaian. Banyak buku yang pernah ia tulis, ia juga pernah menerima nobel untuk sastra. Russell meninggal pada usianya 98 tahun di Inggris. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PEMBAHASAN&lt;br /&gt; Menurut Russell, permasalahan yang selama ini dihadapi oleh pada filusuf adalah karena para filusuf terkadang terlalu berlebihan dan selalu berusaha untuk mencapai sesuatu yang terbaik. Walaupun keadaan ini tidak mungkin bisa dicapai karena para filsuf yang ada selama ini kurang tepat melihat permasalahan filsafat dan metode-metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan filsafat.&lt;br /&gt;Hal ini yang kemudian membuat Russell bersama Moore tidak saja sepakat untuk menolak idealisme Hegel dan Bradley, tetapi kedua tokoh ini juga menghidupkan kembali realisme. Di dalam perkembangan pemikiran Russell sebagaimana yang telah dilakukan juga oleh Moore yaitu melakukan pembenaran melalui common sense sebagai kepercayaan sehari-hari tentang dunia. Memang, terdapat perbedaan dengan Moore, karena Russell melakukan pendekatannya melalui metafisika dan matematika.( Abbas Hamami M :2003). &lt;br /&gt;Pendekatan metafisika terlihat jelas dalam paham aliran atomisme logis, Russell mengatakan bahwa karena tak dapat disangkal bahwa teori ini bertujuan untuk menjelaskan struktur hakiki dari bahasa dan dunia. Atau dengan perkataan lain, teori ini mau mengatakan bagaimana akhir halnya dengan realitas seluruhnya. Menggatakan bahwa dunia dapat diasalkan kepada fakta-fakta atomis, jelas sekali merupakan suatu pendapat metafisis (Bertens, 1981 : 29)&lt;br /&gt;Russell menggambarkan filsafat sebagai suatu daerah tak bertuan antara teologi dan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berbicara tentang yang diketahui, filsafat mengenai yang tidak diketahui. Pemikiran Russell terarahkan pada teori pengetahuan dan linguistik, sehingga Russell dikenal sebagai salah satu tokoh awal filsafat analitis. Sesuai dengan karakteristik filsafat Russell bahwa filsafat hendak memahami dunia. Pusat perhatiannya adalah pada penggunaan bahasa sebagai alat penelitian. (Abbas, 2003;73).&lt;br /&gt;Adapun Russell mempunyai tiga tujuan pokok yang ingin dicapainya yaitu :&lt;br /&gt; Mengembalikan pengetahuan bangsa manusia kepada ungkapannya yang paling sederhana dan yang paling padat, dimana Russell berpendapat bahwa pengetahuan hanya diperoleh dari ilmu–ilmu. Tugas filsafat yang merumuskan suatu sintesis, yaitu merumuskan pandangan yang mendasari semua ilmu khusus.&lt;br /&gt; Menghubungkan logika dan matematika. Karena menurut Russell seluruh matematika dapat dikembalikan kepada beberapa prinsip logis. Ia menyesal bahwa dalam dunia pendidikan jurusan ilmu pasti dan jurusan sastra dipisahkan karena logika dan gramatika tidak hanya penting untuk bahasa, melainkan juga sebagai dasar matematika.&lt;br /&gt;   Analisa bahasa, kesadaran dan materi itu hanya dua segi dari kenyataan yang satu, dua cara untuk memberikan struktur bagi unsur - unsur netral yang sama. Analisa bahasa yang benar dapat menghasilkan pengetahuan benar tentang dunia (Hidayat, 2006 : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat mempunyai tujuan untuk mengupas habis struktur hakiki bahasa dan dunia. Tujuan ini dicapai melalui jalan analisis. Menurut Russell filsafat bertugas menganalisa fakta-fakta. Filsafat harus melukiskan jenis-jenis fakta yang ada. Bagi Russell fakta-fakta tidak dapat bersifat benar dan salah yang mengandung dan bisa dikatakan benar dan salah adalah proposisi-proposisi yang mengungkapkan fakta-fakta. Atau dengan kata lainproposisi-proposisi merupakan simbol dan tidak merupakan sebagian dunia. Dimana suatu proposisi terdiri dari kata-kata, yang menunjukkan kepada data inderawi (sense-data) dan universalia (universalis), yaitu ciri-ciri atau relasi-relasi (Bertens,  2002 : 30). Data inderawi, semisal x adalah yang (ini adalah putih) dan universalia (ini berdiri disamping itu). Setiap proposisi atomik itu mempunyai arti atau makna sendiri-sendiri yang terpisah satu sama lain. Dengan memberikan kata penghubung seperti “dan” atau “atau”, maka kita dapat membentuk suatu proposisi majemuk.&lt;br /&gt;Russell mengatakan bahwa dunia merupakan suatu keseluruhan fakta, adapun fakta yang terungkap melalui bahasa sehingga terdapat kesesuaian antara struktur logis bahasa dan struktur realitas dunia (Kaelan, 1998 : 100)&lt;br /&gt; Untuk mewujudkannya, ia membangun bahasa yang mampu menggungkapkan realitas, yang berdasarkan formulasi logika, bahasa yang mampu menggungkapkan suatu realitas secara akurat. Kelebihan Russell adalah ia mampu mensintesakan berbagai macam pemikiran para filsuf sebelumnya maupun sezamannya. Dalam pemikiran Russell tampak tradisi empirisme John Locke dan David Hume terutama dalam struktur logis dari proposisi-proposisi, dari proposisi sederhana (atomis) sampai pada proposisi kompleks yang memiliki corak logis yang sama dengan konsep ide-ide sederhana (ide atomis) sampai pad ide-ide yang bersifat kompleks. Namun demikian dipihak lain Russell juga mengangkat pemikiran Brandley (ed : esse est percipi) dalam mengkritik aliran empirisme, walaupun Russell menolak dengan tegas metafisika idealisme. Brandley yang menggungkapkan kelemahan emirisme, bahwa metodenya bersifat psikologis yang hanya bekerja dengan ide-ide dan bukannya berdasar pada suatu putusan (judgements) atau keterangan-keterangan (proposisi-proposisi). Dasar inilah yang kemudian diangkat Russell demi prinsip-prinsip analisisnya yaitu yang berdasarkan pada suatu putusan (Kaelan, 1998 : 93-94).&lt;br /&gt;Tampaknya jika kita mengambil objek umum yang diduga dapat diketahui dengan indera, yang segera diberitahukan indera kepada kita bukanlah kebenaran tentang objek sebenarnya yang terpisah dari diri kita, melainkan kebenaran tentang data indera tertentu yang sejauh yang kita lihat, bergantung pada relasi antara kita dan objek. Karena itu, yang secara langsung kita lihat dan rasakan hanyalah “tampakan”, yang kita percaya sebagai ada tentang realitas yang ada dibaliknya (Russell, 1912 : 12). Perbedaan tampakan dan realitas berlangsung dari unsur terluar ke dalam, dari tampakan yang nyata di indera (kadang kala malah bisa menipu), oleh karena itu tidak bisa dijadikan patokan kebenaran. Sedangkan realitas yang sesungguhnya, baru diperoleh ketika sudah melalui pemikiran dan pemilihan yang ketat.   &lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip oleh Abbas, bahwa bagi Russell pengetahuan tersusun oleh kepercayaan (belief) dan tersusun juga oleh cerapan indera, maka objek pengetahuan adalah hal yang bersifat faktual, konkret, dan dapat ditangkap indera secara langsung. Titik tolak epistemologi Russell yang demikian itu mengacu pada epistemologi Hume ─sama dengan Moore dan Reid─ yang menggunakan kesan impresi dan idea terhadap pengetahuan yang diperoleh melalui objek inderawi. Russell menggunakannya sensasi atau cerapan indera dan idea (ideas) (Russell, 1948: 166) dalam (Abbas, 2003 : 70).&lt;br /&gt;Russell berpendapat apabila objek secara langsung mengungkapkan tentang kebenaran maka itu akan berkaitan dengan pengetahuan intuitif. Dengan demikian, Russell mengakui adanya pengetahuan intuitif, tetapi pengetahuan itu harus bertumpu pada kepercayaan yang telah memiliki kebenaran yang jelas dengan sendirinya untuk menemukan fakta inderawi yang menjadi acuan.&lt;br /&gt;Pendapat Russell tentang objek pengetahuan diungkap juga dalam pernyataannya bahwa semua pengetahuan, atas dasar pengalaman mengatakan kepada kita sesuatu mengenai apa yang tidak dialami, yang didasarkan pada kepercayaan yang tidak dapat dibenarkan maupun ditolak oleh pengalaman, namun setidaknya dalam penerapannya yang lebih konkret, tampak banyak fakta pengalaman berakar kuat dalam diri kita (Russell, 1912: 69) dalam (Abbas, 2003 : 30). &lt;br /&gt;Hal itu menunjukkan bahwa objek pengetahuan adalah hal yang faktual berupa pengalaman konkret. Pengetahuan a priori tidaklah bertolak dari dunia fisik yang dialami, tetapi secara ekslusif berkaitan dengan hal yang bersifat universal (Russell, 1912: 103). Russell di dalam buku yang sama mengemukakan bahwa semua pengetahuan harus dibangun di atas dasar kepercayaan instingtif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengetahuan&lt;br /&gt;Di dalam perkembangan pemikiran Russell melakukan pembenaran melalui common sense sebagai kepercayaan sehari-hari tentang dunia. maksudnya adalah dalam berfilsafat atau dalam memecahkan permasalahan filsafat harus mengacu pada ilmu pengetahuan yang ketat dan kritis. Namun, pada perkembangan lebih lanjut filsafat Russell terarahkan pada penggunaan proposisi tentang alam semesta yang harus dirumuskan secara logis dengan menganut hukum “Similaritas” atau keseragaman yang kemudian menjadi “proposisi atomis”. Proposisi atomis ialah sebagai dasar pengungkapan dan pengembangan filsafat harus dapat diuji melalui pengalaman yang dipercaya menyajikan kebenaran yang didukung oleh makna secara sintaktis (Abbas, 2003 : 69).&lt;br /&gt;Fakta dimaksudkan disini adalah yang dapat diungkap oleh proposisi atomis, dimana proposisi ini sama sekali tidak mengandung unsur-unsur majemuk. Suatu proposisi atomis mengungkapkan suatu fakta atomis. Dengan demikian Russell menyimpulkan bahwa bahasa sepadan dengan dunia. Dengan kata lain melalui bahasa kita dapat menemukan fakta-fakta jenis mana yang ada. Menurur Russell bahasa menggambarkan realitas. Namun bahasa yang Ia maksud adalah bahasa sempurna, yang terlepas dari kedwiartian dan kekaburan, yaitu bahasa logis yang dirumuskan dalam principia mathematica.&lt;br /&gt;Dengan proposisi-proposisi atomis kita dapat membentuk suatu proposisi majemuk, misalnya dengan menggunakan proposisi-proposisi atomis kita dapat membentuk suatu proposisi majemuk, misalnya dengan menggunakan kata ”dan” atau ”atau”. Yang dihasilkan adalah suatu proposisi molekuler (molecular proposition). Tetapi tidak ada fakta molekuler yang hanya menunjuk pada fakta-fakta atomis. Kebenaran atau ketidak benaran suatu proposisi molekuler tergantung pada kebenaran atau ketidakbenaran proposisi-proposisi atomis yang terdapat di dalamnya. Jadi fakta-fakta yang atomis menentukan benar tidaknya proposisi apa pun juga. Atau perkataan Russell adalah ”molecular proposition are truth-function’s of propositions. (Bertens, 2002 : 29-30).&lt;br /&gt;Menurut Russel, suatu proposisi (dapat bernilai benar atau salah) yang menjelaskan suatu fakta atomik itu dinamakan Proposisi atomik. Proposisi atomik ini merupakan bentuk proposisi yang paling sederhana, karena sama sekali tidak memuat unsur-unsur majemuk. Misalnya: x adalah yang (ini adalah putih) atau xRy (ini berdiri disamping itu). Setiap proposisi atomik itu mempunyai arti atau makna sendiri-sendiri yang terpisah satu sama lain. Dengan memberikan kata penghubung seperti “dan” atau “atau”, maka kita dapat membentuk suatu proposisi majemuk.&lt;br /&gt; Russell filsafat seperti studi – studi lainnya, utamanya ditujukan pada pengetahuan. Pengetahuan yang menjadi sasarannya adalah jenis pengetahuan yang memberikan kesatuan dan sistem pada batang tubuh ilmu pengetahuan dan jenis yang dihasilkan dari suatu pengujian terhadap dasar – dasar dari keyakinan, prasangka, dan kepercayaan.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diungkapkan Russell bahwa tugas filsafat adalah analisis logis dan disertai sintesa logis, mengandung pengertian bahwa untuk mendapatkan suatu kebenaran dilakukan dengan mengajukan alasan-alasan yang bersifat apriori yang tepat bagi suatu pernyataan. Adapun sintesa logis dilakukan dengan menentukan makna suatu pernyataan atas dasar pengalaman empiris (pengalaman indera). Dengan metode demikian ia berhasil memecahkan problema-problema filsafat melalui analisis bahasa. Menurut Russell kebenaran yang bersifat logis dan matematis yang diungkapkan melalui analisis logis meyakinkan kita untuk mengakui keberadaan sifat-sifat universal yang bersifat tetap, dan dalam kenyaaannya teori yang bersifat empiris murni yang tidak mampu mengungkapkan hal tersebut. Atas dasar itulah maka Russell lebih mendahulukan analisis logis dari pada sintesa logis. Russell mendasarkan pada analisis logis karena hal ini mendasarkan pada kebenaran apriopri yang sifatnya universal, analisis logis berhasil memecahkannya (Kaelan, 1998 : 99-100). Sehingga, hasil akhir yang dicapainya adalah atom logis, bukan atom fisik.  &lt;br /&gt;Jalan kebenaran diperoleh dengan melalui penggunaan analisis disertai analisis logis. Russell berpandangan bahwa bahasa sehari-hari tidak cukup untuk bahasa filsafat, karena mengandung banyak kelemahan, antara lain : kekaburan, makna ganda, tergantung pada konteks dan lain sebagainya. Atas dasar inilah ia membangun pemikirannya melalui bahasa yang berdasarkan formulasi logika (Kaelan, 1998 : 94)&lt;br /&gt;Jadi pusat perhatiannya adalah pada penggunaan bahasa sebagai alat penelitian, bahkan lebih jauh ia mengembangkan filsafat analitis. Hal ini tampak pada perkembangan filsafat Russell yang terarahkan pada proposisi tentang alam semesta yang harus dirumuskan secara logis dengan menganut pada hukum similaritas yang kemudian menjadi proposisi atomis. Proposisi atomis sebagai dasar pengungkapan dan pengembangan filsafat yang harus dapat diuji melalui pengalaman yang dipercayai menyajikan kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran&lt;br /&gt;Russell mengatakan bahwa seorang filsuf harus berfikir secara umum, karena  masalah yang dia hadapi juga masalah-masalah umum; dia juga harus berfikir secara netral, karena da tahu bahwa hanya itulah satu-satunya jalan menuju kebenaran (Russell, 1974 : 34)&lt;br /&gt;Disamping itu, Russell mengemukakan betapa pentingnya logika bagi apapun yang membutuhkan kebenaran. Ini terungkap dalam bukunya bahwa jika kemenangan serupa lainnya ingin dicapai dalam bidang-bidang kehidupan sosial lainnya, maka semua manusia perlu belajar berfikir lebih logis dan melepaskan diri dari perbudakan prasangka dan keinginan (Russell, 1974 : 75). Bagi orang-orang yang mampu mengapresiasikannya, matematika menawarkan berbagai kesenangan, dimana tidak ada seorang moralis pun yang akan mengajukan keberatan (Russell, 1974 : 117)&lt;br /&gt;Filsafat hendaknya mencapai pengetahuan yang umum dengan memperhatikan prinsip kenetralan dan keumuman, seperti halnya kita tidak akan mampu mencapai pengetahuan yang hakiki mengenai segala realitas, kita hanya dapat mencapai kebenaran semu yang berhubungan dengan tampakan. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa hanya dengan penelitian bahasa, kita mampu mencapai pengetahuan yang bukan hanya tampakan namun juga hakikat eksistensi dari realtas tersebut.&lt;br /&gt;  Kebenaran pengetahuan menurut Russell adalah sifat kepercayaan, kebenaran mengandung arti hubungan tertentu diantara kepercayaan dengan satu fakta atau lebih yang lain daripada kepercayaan, bila hubungan ini tidak ada maka kepercayaan tersebut salah (Abbas, 2003;72) Russell menegaskan bahwa suatu kepercayaan bernilai benar manakala hal itu berkaitan dengan kumpulan fakta yang kompleks dan salah manakala tidak berkaitan dengan fakta. Semua fakta khusus yang diketahui tanpa penyimpulan diketahui oleh persepsi melalui pengalaman. Fakta adalah benda atau kejadian yang dapat dialami. &lt;br /&gt;Russell dalam teori pengetahuannya mengemukakan bahwa “semua pengetahuan harus dibangun atas dasar kepercayaan instingtif kita, namun diantara kepercayaan instingtif kita ada yang jauh lebih kuat dibandingkan yang lain, sementara banyak kepercayaan instingtif karena kebiasaan dan pergaulan menjadi terjerat dengan kepercayaan lain tidak sungguh-sungguh instingtif melainkan secara keliru diasumsikan sebagai bahan bagian dari apa yang dipercaya secara instingtif”. Pendapat Russell tampak menggandaikan bahwa pengetahuan berbasis pada kepercayaan yang sifatnya ingstingtif. Karena kepercayaan instingtif bukanlah merupakan bentuk ketidakserasian, melainkan suatu bentuk sistem harmonis. Akan tetapi, pada dasarnya kepercayaan instingtif itu bertolak pada fakta yang dialami. Subjek mengenal objek universal secara langsung (directly acquainted), secara instingtif melalui relasi atau hubungan universal. Fakta yang memiliki sifat universal tampak berkaitan erat dengan entitas dalam dunia fisik yang dapat ditangkap oleh indera. Bagi Russell pengindraan adalah pengalaman tentang ada yang disadari secara langsung (the experience of being immedietly aware) (Abbas, 2003;73).&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan tentang hal yang faktual empirik harus dalam relasinya dengan fakta. Suatu fakta akan bernilai benar manakala memiliki similaritas dengan fakta lain yang sama atau sejenis. Pemahaman terhadap fakta yang sama ini dapat disimpulkan melalui penyimpulan hewani (animal inference). Animal inference adalah proses interpretasi spontan tentang penginderaan. Dengan demikian, merupakan suatu penyimpulan yang sifatnya niscaya. Hal niscaya jauh dari kesalahan, evidensi pengetahuan sifatnya boleh jadi. (Abbas Hamami, 2003;73).&lt;br /&gt;Tapi dengan melanjutkan teori ini (atomisme logis) secara konsekwen, terpaksa Russell beberapa hal yang mengakibatkan diskusi-diskusi hebat dalam kalangan filsuf Inggris. Pertama-tama  Russell harus mengatakan bahwa masih ada fakta umum. Seperti pernyataan-pernyataan umum yang tidak harus dibentuk oleh proposisi atomis seperti “semua orang akan mati”, dari proposisi ini pernyataan ini benar karena tidak terdiri dari serangkaian fakta-fakta atomis, A akan mati dan B akan mati, tetapi proposisi ini benar karena adanya fakta umum yang berlaku benar. &lt;br /&gt;Hal kedua Russell juga mengakui adanya fakta-fakta negatif., karena itulah satu-satunya cara untuk menerangkan kebenaran dan ketidakbenaran proposisi-proposisi negative, seperti “tidak ada kuda berkaki sepuluh” hanya akan benar atau tidak benar berdasarkan suatu fakta. &lt;br /&gt;Ketiga, Russell harus mengakui adanya fakta-fakta khusus yang sepadan dengan preposisi “John beranggapan bahwa bumi itu bundar”. Kebenaran preposisi tersebut tidak bertumpu pada benar tidaknya proposisi “bumi itu datar”. Jadi proposisi semacam ini menunjuk pada suatu fakta jenis tersendiri yang lebih mengacu pada suatu kepercayaan atau suatu fakta psikis (mental fact) (Bertens, 2002 : 31).&lt;br /&gt;Pemikiran dan teori – teori Russel sangat terlihat jelas terkait dengan latar belakang pendidikannya sebelumnya. Karena ia besar dalam “lingkungan” matematika, ia bersama Whitehead mencoba merapikan matematika sepenuhnya. Tetapi di dalam usaha menemukan suatu definisi logis dari bilangan, dengan pengertian kelas, Russell terlibat dalam paradoks.&lt;br /&gt;Paradoks ini sangat dikenal dengan sebutan ‘Paradoks Russell’. Sebelumnya, Russell dan Whitehead menciptakan suatu bahasa simbol – simbol untuk mengatasi paradoks – paradoks logis. Dalam buku ‘Principia Mathematica’, ia menjelaskan sebuah paradoks, yakni dengan contoh sebagai berikut: “umumnya kelas tidak memuat dirinya sebagai anggota. Misalnya, kelas semua kucing bukanlah kucing. Ada beberapa kelas yang memuat dirinya sebagai anggota. Tetapi perhatikan kelas dari semua kelas yang bukan anggota kelasnya.”( Hamersma, H : 1983) &lt;br /&gt;Teorinya yang di atas inilah yang menciptakan ke-paradoks-an dalam teorinya sendiri. Russell berpikir bahwa ia telah memecahkan masalah, tiba – tiba ia sadar bahwa masalah sebenarnya tidak ada, maka ia menuai karyanya dalam paradoks analisis logis. Akan tetapi, dengan keahliannya dalam bidang matematika ia merupakan salah satu pelopor suatu aliran kefilsafatan yang disebut filsafat analitik. Ciri khas aliran ini adalah keinginan untuk memperjelas melalui analisis dan perlawanan terhadap metafisika. Kepiawaiannya dalam beranalisis dipertemukan dengan pemikiran yang logis dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Russell yang sebagai seorang ahli matematika masuk dalam pemikiran filsafat setelah terlebih dahulu belajar matematika dan meneliti serta menulis disertasinya tentang dasar – dasar geometri. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa masuk dan memahami filsafat melalui matematika, dan menemukan kebenaran dalam penalaran matematika.&lt;br /&gt; Terakhir bahwa Bertrand Russell adalah seorang ahli matematika dan sebagai seorang filsuf. Russell menguraikan beberapa pemikirannya tenttang pengetahuan, menurutnya pengetahuan adalah susunan dari kepercayaan – kepercayaan dan tersusun dari cerapan insera, maka objek pengetahuan itu bersifat faktual, konkret,dan dapat ditangkap indera secara langsung.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. DAFTAR PUSTAKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Russell. B, 2002, Persoalan-Persoalan Seputar Filsafat, Ikon Teralitera, Yogyakarta. (trj: Anmad Asnawi) dari judul asli The Problem of Philosophy, 1912, Oxford University Press, London.&lt;br /&gt;Russell. B, 2002, Berfikir ala Filsuf, Ikon Teralitera, Yogyakarta. (trj:Basuki Heri Winarno) dari judul asli The Art of Philosophizing &amp; Other Essays, 1974, Rowman&amp;Littlefield Publishers, Maryland.&lt;br /&gt;Hamersma. H, 1983, Tokoh – Tokoh Filsafat Barat Modern, Gramedia, Jakarta&lt;br /&gt;Abbas. Hamami M, 2003, Teori – Teori Epistemologi Common Sense, Paradigma Offset, Yogyakarta.&lt;br /&gt;Kaelan, 1998, Filsafat Bahasa masalah dan perkembangannya, paradigma, Yogyakarta&lt;br /&gt;Bertens, K. 2002. Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman, Gramedia, Jakarta.&lt;br /&gt;Hidayat. Asep Ahmad, 2006, Filsafat Bahasa menggungkap hakikat Bahasa, Makna dan Tanda, Rosda, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://deking.wordpress.com/2007/01/29/paradox-tukang-cukur/  diakses tanggal 30 Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-2708738315027474920?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/2708738315027474920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/atomisme-logis-bertrand-russell.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2708738315027474920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2708738315027474920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/06/atomisme-logis-bertrand-russell.html' title='ATOMISME LOGIS BERTRAND RUSSELL'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-7863890994334412675</id><published>2009-05-29T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T19:51:45.056-07:00</updated><title type='text'>SEKEDAR BERUCAP “LETIH”</title><content type='html'>Sebenarnya, patutkah kita menyalahkan orang lain atas kerusakan, kebrobrokan dan keterbelakangan dalam diri kita?. Jika memang itu patut, maka kita tak ubahnya seperti keledai dungu yang terjatuh dilubang dalam tanpa usaha untuk keluar dari lubang tersebut, hanya sibuk mengumpati lubang dan mencaci nasib yang tidak pernah memihak padanya. Namun lain halnya jika menjawab tidak, yang salah dari keterbelakangan adalah kita sendiri, maka kita akan terus mencari dan berusaha menapaki dan menembel lubang yang ada. Sembari retropeksi, kita merenung mendalamkan piker kita untuk kemantapan sekaligus arogansi ke-ego-an masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya kita merenung sejenak atas pokok permasalahan daripada keterbelakangan kita dan superior bangsa lain atas kita। Ketika terbesit kebodohan dalam nurani kitaCerminan tradisi masyarakat kita yang berperan dalam penghambatan perkembangan pendidikan bangsa kita dari ilmu mental jongos, buruh dan tentunya konsumtif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-7863890994334412675?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/7863890994334412675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/sekedar-berucap-letih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7863890994334412675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7863890994334412675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/sekedar-berucap-letih.html' title='SEKEDAR BERUCAP “LETIH”'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-7987574842168983196</id><published>2009-05-25T16:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T16:39:16.190-07:00</updated><title type='text'>KULI MENGADU KUALI</title><content type='html'>Tersetak, serasa tak berdaya, mendengar suatu perkataan yang amat menyayat hati (bagi yang kerasa) meluncur dari mulut kaum yang selama ini memang menjadi urat nadi pembangunan atas gedung-gedun bertingkat, monument, sekolah, apartemen mewah maupun stadion yang menjadi kebanggaan masyararakat suatu daerah. Nafas pembangunan berhembus dengan izinnya, dibawah perintah  untuk  tujuan agar dapat menjadi ikon kemakmuran (salah; yang benar adalah ikon penguasa), walaupun kemapanan tersebut disusun oleh lempengan-lempengan labil masyarakat yang kapanpun siap bergesekan dan bergejolak menjadi konflik.&lt;br /&gt;Bermula dari obrolan kecil ditengah kerja, pada suatu tempat  ditengah&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut menyoal harapan mereka yang telah hilang, sehingga mereka ingin agar generasi dibawah mereka mampu mendapatkan apa yang tak mampu mereka beli &lt;br /&gt;Sedikitnya mereka tak sadar bahwa perkataan mereka membuat suatu arti tersirat daripada kritik social tingkat tinggi, betapa tidak, ungkapan kaum papa bahwa mereka menaruh harapan agar orang lain dapat mencapai apa yang mereka sendiri tidak mampu mencapainya. Sebuah harapan tulus dari seorang yang berada dalam system represif social  menyadarkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-7987574842168983196?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/7987574842168983196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/kuli-mengadu-kuali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7987574842168983196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7987574842168983196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/kuli-mengadu-kuali.html' title='KULI MENGADU KUALI'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-7766154144328653324</id><published>2009-05-24T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T19:24:40.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisis Najis'/><title type='text'>Analisis Najis caper</title><content type='html'>SBY – BOEDIONO&lt;br /&gt;JK – WIRANTO&lt;br /&gt;MEGA – PRABOWO&lt;br /&gt;Coba lihat, dari semua pasangan Capres-Cawapres terdapat pribadi militer&lt;br /&gt;Tapi saya sangat setuju, karena Negara kita saat ini sangat butuh sosok pemimpin “yang ditakuti” supaya tidak banyak omongan gak bertanggung-jawab, juga untuk menbentenggi rakyat dari tebaran fatwa-fatwa gak jelas&lt;br /&gt;Kalau Anda punya pendapat lain, yo boleh lah&lt;br /&gt;Haha&lt;br /&gt;Ini cuma sekedar omongan yang juga sama gak jelasnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-7766154144328653324?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/7766154144328653324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/analisis-najis-caper.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7766154144328653324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7766154144328653324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/analisis-najis-caper.html' title='Analisis Najis caper'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-4646021938828232627</id><published>2009-05-24T19:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T19:15:00.973-07:00</updated><title type='text'>Haram facebook</title><content type='html'>Kita makin lama makin aneh, kita hidup dibawah cucuran fatwa-fatwa yang juga tak kalah aneh&lt;br /&gt;Terbaru, “facebook haram”&lt;br /&gt;Meskipun sebatas wacana, namun hal ini memperlihatkan betapa kita bodoh dan semaunya&lt;br /&gt;Pokoknya sebagai bahan renungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pantaskah kita menyalahkan dan menghancurkan kolam, ketika kita sangat benci dengan ikan ”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-4646021938828232627?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/4646021938828232627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/haram-facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4646021938828232627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4646021938828232627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/haram-facebook.html' title='Haram facebook'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-992844338420418966</id><published>2009-05-24T18:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T19:04:33.409-07:00</updated><title type='text'>हरम-haram</title><content type='html'>Facebookers: Fatwa Haram Facebook Tidak Berdasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Keinginan para ulama di Jawa Timur yang ingin memfatwakan Facebook, mendapat tentangan keras dari para Facebokers (sebutan bagi pengguna Facebook). Menurut mereka para ulama itu, harus memberikan dalil yang tepat sebelum mengeluarkan keputusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fatwa ini sungguh tidak realistis. Ulama itu harus menunjukkan dalil yang tepat karena Facebook juga memberikan dampak yang positif, kok," sungut Chandra Wirawan salah satu aktivis Facebook, saat berbincang dengan okezone, Jumat (22/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan juga, situs jejaring sosial seperti Facebook itu justru mempunyai peraturan yang sangat ketat. Salah satu contohnya, jika pengguna Facebook menampilkan foto dari dada ke atas, maka pengelola akan segera menutupnya. Jadi bisa dibilang, Facebook sudah mempunyai filter sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut pria berusia 28 tahun tersebut, kalau ulama itu mau menghadang jejaring sosial, sebaiknya jangan hanya Facebook saja. Masih banyak situs jejaring sosial lain seperti, Friendster, ataupun Myspace. Dan bila memang seperti itu, sama saja ulama melarang penggunaan internet masuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan di dunia maya memang membutuhkan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Dan itu tergantung dari masing-masing pribadi dalam mengontrolnya. Malah bisa dibilang, yang mengawasi kegiatan dunia maya itu, hanya dirinya dan malaikat," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengguna lain yang intens mengelola Facebook pun memiliki pendapat mereka masing-masing, namun pada intinya semua memberikan satu suara yang bulat, yaitu menyayangkan sikap MUI jika Facebook akan difatwakan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak setuju kalau main Facebook sampai dibilang haram. Masalahnya selama ini yang saya lihat lebih banyak kebaikannya dibanding keburukannya," ujar Cempaka ketika ditanya pendapatnya oleh Okezone. Mahasiswi 21 tahun ini pun menambahkan, Facebook sangat membantunya dalam keep in touch dan menemukan kembali teman-teman lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan pengguna Facebook lainnya, Adinda, 23 tahun, seorang jurnalis salah satu media online mengatakan keberatannya soal fatwa haram Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat tidak penting memberlakukan fatwa haram untuk Facebook, gak relevan aja. Lagipula saya belum pernah menemukan fakta dan data yang mengungkapkan dampak Facebook disalahgunakan untuk kegiatan seks terselubung. Dampak buruk yang sering saya dengar selama ini, paling hanya membuat pengaksesnya lupa diri dan saya rasa itu masih wajar. Bergantung sama pribadi masing-masing lah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda pun menambahkan, jika iya Facebook akan difatwakan haram, seharusnya hal ini pun berlaku bagi situs jejaring sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang saat ini fenomena Facebook tengah booming, tapi jika para pengakses dilarang mengakses Facebook, bagaimana dengan situs jejaring sosial lainnya?. Kalau mau diharamkan kenapa pilih-pilih?. Seandainya Facebook ditutup, mereka masih bisa beralih ke situs jejaring sosial lainnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cempaka mengatakan bahwa jika benar Facebook akan difatwakan haram, kemungkinan dia akan beralih menggunakan situs jejaring sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang benar diharamkan, saya masih punya beberapa akun di situs jejaring sosial lain seperti MySpace dan yang lainnya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Apriarto, 27 tahun, mengatakan tidak terlalu masalah baginya andai Facebook diharamkan. Dia berpendapat fenomena ini merupakan sebagian kecil dari dampak booming internet di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Apriarto menghubungkannya dengan fenomena serupa yang pernah terjadi sebelumnya, karena hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan negara lain juga sudah banyak keberatan para pemuka agama atas dampak negatif berbagai situs jejaring sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebetulan memang Facebook yang tengah marak saat ini. Tapi jika baru sekarang MUI memberikan perhatian atas dampak buruk booming internet, kemana saja MUI selama ini? hari gini kok baru berkomentar?" tandasnya. (srn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/05/22/55/222131/facebookers-fatwa-haram-facebook-tidak-berdasar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-992844338420418966?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/992844338420418966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/haram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/992844338420418966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/992844338420418966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/haram.html' title='हरम-haram'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-7067875034218306460</id><published>2009-05-22T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:35:28.147-07:00</updated><title type='text'>POSTER CALEG, SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI BUDAYA POLITIS</title><content type='html'>Ketika melangkahkan kaki keluar dari rumah, pemandangan apakah yang pertama kali menyapa mata kita, yang selaras dengan suasana kontemporer “gawe gede” negara kita. Apakah rerumputan, pejalan kaki, motor, deretan toko, pedagang kaki lima ataukah gambar besar para caleg mencolok mata?. Jika kita menjawab warna-warni gambar caleg, maka jawaban kita adalah benar. &lt;br /&gt;Bendera partai, dapat dimaknai sebagai komunikasi budaya untuk menyampaikan kepada massa agar “sadar politik” secara normatif atau secara realistis agar masyarakat memilih dan memenangkan mereka dalam pemilu 2009. Merunut pengertian Bakker (1984-16) bahwa Komunikasi adalah hasil daya budi perseorangan tersedia untuk digunakan dalam kesatuan antar sebjek secara dialog dengan saling menyumbang dan bertukar pikiran, agar hasil itu semakin sempurna dan berfaedah. Maka poster tersebut dapat digolongkan pada bentuk komunikasi tidak langsung untuk mengajak masyarakat memasuki budaya politis dengan asas ”semakin sempurna dan berfaedah”. Sebuah perilaku yang diharapakan oleh pelakunya untuk mendapatkan simpati, dukungan dan suara politik dari yang melihat poster tersebut.&lt;br /&gt;Pergeseran makna komunikasi budaya dapat terjadi apabila terjadi ketimpangan antara penyampai pesan ”politikus” dan penerima pesan ”masyarakat”. Karena bila para kaum politis memegang kebudayaan maka paham kebudayaan akan di bayangi sebagai tugas, tanggung jawab, dan kepentingan kelompok. Bukan lagi membawa tujuan khas komunikasi untuk membawa saling mengerti dan memahami antara kedua belah pihak, namun lebih condong kearah pemenuhan hasrat penguasaan kelompok atas yang lain, dengan hegemoni komunikasi budaya politis.&lt;br /&gt;Budaya berpolitik dalam pemilu nampaknya mengacu pada sedikit golongan yang berkepentingan atas pemilu tersebut. Yang secara sadar ingin menyampaikan gagasan politiknya kepada masyarakat luas, dengan tujuan meyakinkan masyarakat atas hak dan peran mereka untuk turut serta menentukan yang pantas menjadi penentu kebijakan dinegeri ini. Proses dialogis pasif yang terjadi dalam media poster, semakin melegitimasi kuasa politis dari para elit. Tentu saja dengan mengesampingkan masyarakat dilain pihak.&lt;br /&gt;Kemudian dibuatlah suatu sistem kampanye untuk menawarkan bayangan cita-cita masa depan jika mereka menang. Poster yang diasumsikan sebagai alat komunikasi paling efektif berpeluang besar mengisi kesenjangan pemahaman budaya politis antara politikus dan masyarakat. Antara para politikus dengan budaya politisnya berhadapan dengan masyararakat dengan ”keawamannya”.&lt;br /&gt;Komunikasi budaya ”sadar politik” dimainkan dalam bingkai hegemoni kekuasaan, sehingga mengakibatkan ketimpangan dari pelaku dan penerima. Disatu pihak pelaku menghiperbolakan kemampuan dengan klaim sepihak atas sedikit keberhasilan yang dicapai bangsa ini sehingga membiaskan realita yang ada, namun dilain pihak masyarakat kurang kuasa untuk menaikkan nilai tawar dalam proses komunikasi ini.&lt;br /&gt;Klaim keberhasilan sepihak mendorong politikus bergaya dengan menggunakan media poster. Strategi komunikasi dengan memasang poster dalam jumlah banyak dan diberbagai tempat mempunyai tujuan untuk menstimulus alam bawah sadar masyarakat penerima pesan agar memilih mereka, sehingga tujuan komunikasi budaya politis dengan menggunakan poster sebagai medianya tidak hanya bertujuan untuk transfer pengetahuan politik untuk menyadarkan masyarakat atas hak yang dimiliki dan penyadaran masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi melalui pewakilan legislatif.&lt;br /&gt;Hegemoni merupakan suatu fenomena kekuasaan yang selalu diwarnai berbagai pertarungan yang tidak pernah berhenti. Kemenangan yang dimiliki oleh pihak yang berkuasa untuk melakukan dominasi terhadap pihak yang dikuasainya bersifat sementara dan memang tidak akan pernah langgeng serta selalu dalam kondisi tidak stabil . Maka, dalam hal ini, komunikasi budaya politis berupa poster merupakan wilayah pertarungan kekuasaan yang dilakukan oleh pihak kelas elit politikus melawan kelas masyarakat. Dalam tataran ini bisa juga berarti elite pemegang budaya dengan budaya politis.&lt;br /&gt;Yang terjadi adalah semacam kelelahan sosial atas kondisi yang dialami masyarakat, sehingga mereka cenderung pasif menghadapi berbagai aksi komunikasi aktif yang diperankan caleg. Masyarakat menganggap bahwa pesan-pesan yang terkandung dalam poster hanya merupakan replika paradoks dari realita yang mereka alami sehari-hari. Kemudian kondisi tersebut bertransformasi dalam suatu sikap ”golput”, kalau begitu apakah yang salah dengan fenomena golput, masyarakatkah? politikuskah? atau proses komunikasi budaya politis sepihak oleh elit politik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-7067875034218306460?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/7067875034218306460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/poster-caleg-sebagai-bentuk-komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7067875034218306460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/7067875034218306460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/poster-caleg-sebagai-bentuk-komunikasi.html' title='POSTER CALEG, SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI BUDAYA POLITIS'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-2693567234312850646</id><published>2009-05-22T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:34:15.824-07:00</updated><title type='text'>Semacam dialog malaikat</title><content type='html'>Saat pertama kali menatap dunia “nyata”, terlintas dalam benak, apakah dunia memang dipenuhi oleh beragam ideology buta tentang “agama” atau tentang “realitas yang diper-tuhan ; AR-BABAN”. Tak pandang manusiakah, pemikirankah atau yang bukan sama sekali dari “jenis” mereka. Sadar atas keadaan dan keberadaan keinginan dan kepentingan kuasa dari nafsu yang menyerupai bentuk mereka sendiri. Sehingga mereka mempersepsikan kebenaran atas kemauan dan kepentingan masing-masing, kebenaran tersebut mewujud dalam doktrin shahih “halal darahmu”.&lt;br /&gt; Ketika sesuatu dihadapi dengan justifikasi “surga atau nereka”, tidak ada kemungkinan ketiga, tidak ada pilihan berikutnya, pengkebirian hukum yang dilakukan niscaya menutup semua celah kekosongan atas arti membebaskan dari agama, berubah menjadi belenggu dan tirani emas berwujud dogma mengatasnamakan “yang maha”. Makna keseungguhan dan kepatuhan direduksi sedemikian rupa untuk menunjukkan betapa agama penuh peraturan mengikat dan membatasi gerak-langkah umat, bukan lagi kegembiraan dan kenyamanan pemeluk agama yang diutamakan, namun lebih kepada bagaimana cara agar mereka para pemeluk mempunyai ketaatan penuh atas doktrin surga dan neraka dari pemuka agama. Disini tidak lagi diperlukan interpretasi lain terhadap “perkataan suci”, biarpun kenyataan dan fakta kehidupan berbicara lain, hanya yang tertulis dan yang tertuang wajib dilakukan. Sekedar pertanyaan “siapakah yang menjadikan kenyataan dan fakta menjadi demikian? Bukankah Tuhan sendiri yang telah menjadikan kenyataan atas seizinnya?”.&lt;br /&gt;Jika memang salah, sudikah kiranya “Kau” memberi petunjuk pada kami yang dianugrahi kebingungan, wahai Maha Mengetahui yang Jelas dan yang Samar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-2693567234312850646?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/2693567234312850646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/semacam-dialog-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2693567234312850646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2693567234312850646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/semacam-dialog-malaikat.html' title='Semacam dialog malaikat'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-603529097806925735</id><published>2009-05-22T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:30:40.496-07:00</updated><title type='text'>DIALEKTIKA KEMERDEKAAN DAN KEDAULATAN</title><content type='html'>Pernahkan terlintas pada benak kita bahwa apapun mengenai apa yang terjadi dalam beberapa saat terakhir&lt;br /&gt;Selama ini kita hanya baru pada posisi tesis (banyangkan dari th 1945)&lt;br /&gt;Akankah pemilu ini memunculkan anti tesis (apakah ada yang berani)&lt;br /&gt;Sintesis sebuah kemerdekaan yang diharapkan takkan mampu membawa bangsa ini kearah kedewasaan yang berujun&lt;br /&gt;Berarti sintesis yang didapat sekitar 1 abad lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan malaikat-pun tak punya tempat berteduh dari hujan uang kampanye, mungkin itulah ungkapan yang paling sah dan legal untuk mencerminkan keadaan social-politik demam pemilu yang saat ini sedang melanda bangsa ini.&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Ketika dicermati, keadaan politik kontemporer bangsa ini berada dalam titik nadir kekuasaan. Dimana ideology yang bertarung semakin kabur dengan sisa-sisa kesalahpahaman manusia akan arti demokrasi (kalau tidak mau dibilang salah, bolehlah disebut kurang tepat), pemahaman akan demokrasi (system pemerintahan ideal yang dianut oleh negara tak berkarakter) yang tercermin dalam pemilu semakin membuktikan bahwa bangsa ini tak ubahnya bangsa yang kurang ber”iman” (tidak percaya kemampuan dan potensi bangsanya sendiri).&lt;br /&gt;Bagaimana bisa terjadi keadaan seperti ini?&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadi titik tolak kita dalam memahami fenomena pemilu 2009 yaitu bangsa kita masih dalam proses pencarian bentuk, jadi bentuk Negara yang selama ini kita kenal bukanlah final, tetapi akan terus berkembang dengan sebuah dialektika kemerdekaan (selama ini kita belum merdeka).&lt;br /&gt;Dan akan terus bergejolak, namun ironisnya kita tidak pernah menikmati prosese ini, karena tidak ada satu pun alas an kita untuk memantapkan kita pada ketidaksesuaian proses, jadi prosesnya yang salah bukan pelaku proses.&lt;br /&gt;hahahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-603529097806925735?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/603529097806925735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/dialektika-kemerdekaan-dan-kedaulatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/603529097806925735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/603529097806925735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/dialektika-kemerdekaan-dan-kedaulatan.html' title='DIALEKTIKA KEMERDEKAAN DAN KEDAULATAN'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-3647566575665742063</id><published>2009-05-22T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:25:56.949-07:00</updated><title type='text'>PERTANYAAN TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN</title><content type='html'>Apa yang diharapkan dari pendidikan? Apa yang didapat dari proses pendidikan? Ketika pertanyaan itu dilontarkan, yang terbesit dalam benak adalah harapan, tujuan, orientasi dan cita-cita. Kemudian apakah tujuan itu adalah lulus dengan nilai tinggi, pekerjaan layak, gelar kesarjanaan, penghormatan atau pengakuan dari orang sekitar sekedar ataukah hanya untuk sekedar mengisi waktu luang daripada tidak ada kerjaan dan bias menjadi kebanggaan maupun jawaban jika suatu saat ditanya “apa kesibukannya”. Jika yang tersebut diatas adalah tujuan maka yang terjadi adalah semakin jauhnya tujuan ideal pendidikan. Padahal orientasi pendidikan adalah proyek besar homonisasi dan humanisasi.&lt;br /&gt;Homonisasi, kata homo (manusia, Latin) berasal dari humus (tanah). Merujuk pada perkembangan memuncak dengan membentuk makhluk yang disebut ma¬nusia. Proses ini bisa kita sebut hominisasi, artinya penjadian manusia. Pemaknaan ini terhubung erat dengan suatu usaha usaha untuk berproses didalam suatu wadah pendidikan dengan satu tujuan yaitu menjadikan manusia dengan jalan memanusiakan manusia muda (yang dididik).&lt;br /&gt;Humanisasi, merujuk pada perkembangan yang lebih tinggi, pada kebudayaan tingkat lanjut yang terus-menerus berkembang dan dikembangkan. Human berarti sesuai dengan kodrat manusia, jadi sama dengan manusiawi dan insani. Kalau disimpulkan akan membentuk gugusan pengertian bahwa berkembangnya kebudayaan yang lebih tinggi atas dasar nilai kemanusiaan dan keinsanan.  &lt;br /&gt;Hakikatnya adalah membentuk manusia berjiwa manusia dan pribadi tangguh bermental berkarakter, karena manusia manusia adalah seorang pribadi, seorang person dan seorang subjek, yang berarti bahwa ia harus mengerti, akan menghadapi dan menempatkan diri dalam suatu situasi, kemudian mengambil sikap dan menentukan dirinya sendiri. Bukanlah ia adalah mengada secara buta, melainkan mengada dan pengada yang secara eksis mampu mempertahankan dan menghadapi situasi yang tercipta dan diciptakan.&lt;br /&gt;Dengan didasarkan pada nilai kemanusiaan, yang merupakan orientasi pendidikan secara umum karena nilai kemanusiaan dimaksudkan sebagai bentuk tertinggi dari sebuah pengertian tentang kesempurnaan manusia sebagai makhluk mono-dualis. Dimana manusia dituntut untuk dapat menyelaraskan dirinya dengan apa yang ada disekitarnya dan mampu menghadapi dunia tempat ia berada dan mengada.&lt;br /&gt;Orientasi, sebuah hal abstrak dan memiliki makna yang berbeda-beda bagi orang yang memandangnya. Adakalanya tujuan tersebut menjadi semacam tolak-ukur keberhasilan pendidikan sebagai sebuah proses, ada juga yang menganggapnya sebagai suatu final dari pada sebuah aktivitas yang dilakukan. Ketika dihadapi sebagai tolak-ukur, maka pendidikan bermakna material yang dapat dicerap oleh alat ukur berupa terwujudnya nilai-nilai dan semangat peserta didik. Tapi kita tidak boleh berhenti disini karena pendidikan adalah sebuah proses yang membuka seribu kemungkinan atas apa yang timbul dikemudian hari dari sebuah proses pendidikan. &lt;br /&gt;Namun akan berbeda kiranya jika dihadapi sebagai suatu final dari sebuah aktivitas yang dilakukan, maka pendidikan bermakna sebagai suatu hasil akhir dari sebuah perjalanan panjang manusia untuk menjadi terdidik dan terlatih.&lt;br /&gt; Pendidikan harus mempunyai semacam spirit untuk menjadikan manusia muda (peserta didik) dapat menghadapi apapun yang manghadangnya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai suatu aktivitas fundamental mengandung dua unsur, yaitu mendidik dan dididik. Mendidik berkenaan dengan aktivitas yang melibatkan dua pihak yaitu guru dan murid dimana hubungan keduanya dituntut mencerminkan kesetaraan, persahabatan dan kesamaan antar dua belah pihak, bebas dari bentuk dominasi dan penyetiran. Manusia muda diberi keluasan untuk bersikap dan mengembangkan diri sesuai karakter kemanusiaannya.    &lt;br /&gt;Pendidikan bukan hanya pada tataran teknis, bagaimana membentuk peserta didik meenjadi tenaga siap pakai atau sesuai dengan pasar kerja. Namun lebih jauh lagi mengajarkan manusia mengenai kebuddayaan dan peradaban, bagaimana kemudian mereka menerima dan menggembangkan niali-nilai.  &lt;br /&gt;Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.&lt;br /&gt;Menurut Notonagoro, hakikat manusia adalah makhluk monopluralis, jiwa raga merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Aspek jiwa manusia mempunyai cipta, rasa, karsa yang memungkinkan untuk membuat suatu keputusan apakah sesuatu itu benar atau tidak benar, baik atau tidak baik. Keseimbangan ketiga unsure tersebut mempunyai dampak hebat dalam perkembangan pemikiran manusia, kelanjutan manusia untuk mengemban tugasnya sebagai makhluk berbudaya. Ketika terjadi ketimpangan atas ketiga unsur tersebut, akibatnya sungguh tidak dapat dibayangkan, prosesi pewarisan kebudayaan positif tidak akan berjalan bahkan mencapai titik nadir perjalanan suatu bangsa.&lt;br /&gt;Adalah munafik jika hanya mempertimbangkan aspek-aspek kemampuan materi untuk mendefinisikan keberhasilan pendidikan. Banyak diantaranya tidak menempatkan manusia kedalam hakikatnya, ketika jiwa manusia mempunyai potensi lebih untuk dikembangkan sebagai pengejawentahan budi. Namun ketika factor kepunyaan benda menjadi penghalang jiwa memperoleh makanan sehat, maka ketimpangan dalam manusia sebagai makhluk monopluralis. Tidaklah benar bahwa anggapan semutu apapun jiwa (otak), tetap kalah pada materi kebendaan, sungguh ironis apabila hal ini terjadi pada negara dengan prinsip “anak miskin dan terlantar dipelihara oleh negara”, (pasal 33 ayat 1). &lt;br /&gt;Rupanya kita perlu menata lagi niat, berangkatnya kita kuliah hanya sebagai bentuk pengikutan dan pengikutan kita pada eksistensi budaya pop, bukan lagi didasari kesadaran utuh akan kewajiban kita sebagai manusia berakal sempurna (tidak gila).&lt;br /&gt;Bagaimana dimensi keindividuan manusia dapat berkolaborasi indah dengan   dimensi-dimensi lain, seperti dimensi kesosialan, kesusilaan, keagamaan manusia. Setidaknya itulah idealis pendidik yang patut diacungi jempol, nyatanya bangsa kita membutuhkan sosok seperti itu dalam dunia pendidikan kita, bukan hanya pekerja dibidang pendidikan seperti yang selama ini banyak kita jumpai.&lt;br /&gt;Harmoni beberapa dimensi itulah yang akan mencitrakan manusia sebagai manusia seutuhnya, dimana keutuhan itulah yang pada masanya akan melahirkan kualitas dan kuantitas manusia Indonesia yang mampu menatap kebudayaan globalisme dengan membusungkan dada dan berkata akulah manusia Indonesia.&lt;br /&gt;Semangat kolektifitas dan semangat kebersamaan tidak manghalangi langkah maju dalam keterbatasan dan keprihatinan, solidaritas social yang ditampakkan dalam lingkup persahabatan hampir-hampir membawa kita pada kita pada pepatah lama yang dihafal tanpa penyadaran “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”. Keterbatasan ruang gerak peserta pendidikan tidak mampu membendung aliran semangat komunal untuk saling mendukung dalam kerasnya dikotomi pendidikan yang digambarkan oleh kehidupan.&lt;br /&gt;Roh pendidikan akan tampak ketika kita mampu memberi penghargaan dan peka terhadap lingkungan sekitar, bukanlah semangat individu yang merasa pintar dengan segudang teori yang dihafal luar kepala. Kemampuan membangun bangsa tidak ditentukan oleh kuantitas ijazah bernilai 100, tetapi semangat saling berbagi dan setia kawan, ketika pendidikan hanya disikapi sebagai transfer ilmu pengetahuan maka kehancuran jiwa manusia akan dapat segera dipastikan.&lt;br /&gt;Keadaan pendidikan yang carur-marut ini semakin ditambah runyam dengan kontruksi budaya yang menopang dan memperberat peningkatkan harkat martabat. Bangunan mainstream itu tak ubahnya seperti limpahan platina membeku dan menutupi seluruh permukaan otak manusia yang hidup dinegara ini. &lt;br /&gt;Terdapat satu sikap budaya kita diantara sekian banyak budaya yang kita punayi, senyatanya menghambat proses pendidikan berbasis rasio. Sikap mental itu adalah “manut lan miturut” adalah salah satu budaya yang haus dirubah, sikap ini mengakibatkan peserta didik hanya dijadikan sebagai objek, bukan sebagai subjek, dimana otoritas belaja-mengajar dibebankan penuh pada guru, sehingga anak didik diposiskan sebagai pendengar dan pewaris dari setiap materi yang diberikan, mereka tidak berfikr kritis, kreatif dan inovatif &lt;br /&gt;Tujuan pendidikan perlu dirumuskan kembali sehingga memuat secara implisit pendidikan sebagai educare. Educare berarti membimbing, menuntun, dan memimpin. Pendidikan sebagai educare ini lebih mengutamakan proses pendidikan yang tidak terjebak pada banyaknya materi yang dipaksakan kepada peserta didik dan harus dikuasai. Proses pendidikan educare lebih merupakan aktivitas hidup untuk menyertai, mengantar, mendampingi, membimbing, memampukan peserta didik sehingga tumbuh berkembang sampai pada tujuan pendidikan yang dicita-citakan. &lt;br /&gt;Di sini atmosfer pendidikan mendapat tekanan dan peserta didik diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi diri dan dunianya sehingga berkembang kreativitas, ide, dan keterampilan diri sebagai bagian dari masyarakatnya. Minat dan bakat peserta didik diperlakukan sebagai sentra dan hal yang amat berharga. Peran pendidik lebih sebagai narasumber, pendorong, pemberi motivasi, dan fasilitator bagi peserta didik. Filosofi pendidikan yang demikian ini yang harus terakomodasi oleh Tujuan Pendidikan Nasional karena filosofi pendidikan educare mengantar pada tumbuhnya kepercayaan diri, kemandirian, kedewasaan dan kecerdasan peserta didik. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, sudahkah proses pendidikan kita menuju arah dan tujuan yang seharusnya? &lt;br /&gt;Lalu adakah parameter yang menjadi tolak-ukur bahwa sedang dilakukan proses dalam “belajar”. Terdapat beberapa ciri belajar, namun yang menjadi pokok adalah perubahan tingkah laku maupun pola pikir, yaitu ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku yang relatif permanen, namun perubahan tersebut juga tidak harus segera dapat nampak dalam proses belajar, melainkan bisa jadi bersifat potensial, dalam artian memang masih berupa potensi yang menunggu waktunya tumbuh menjadi aktual.&lt;br /&gt;Namun, karena peserta didik tidak lagi sebagai sentra dalam proses pendidikan. Aktualisasi potensi dan bakat peserta didik menjadi terabaikan. Akibatnya, rasa percaya diri dan kemampuan berekspresi peserta didik kurang diberi ruang untuk berkembang. Padahal, keberhasilan pendidikan bukan terletak pada isi yang diberikan tetapi atmosfer dan proses interaksi, yang dalam pendidikan akan mempengaruhi kreativitas, kecerdasan, mutu dan kualitas yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Sebuah tinjauan akhir, terdapat anggapan bahwa arah tujuan pendidikan kita memang selalu terhambat dan dihambat oleh apa yang dinamakan system, jikalau memang demikian bahwa sebuah system pengerak pendidikan yang mengakibatkan ke-konstan-an laju keberhasilan pengentasan kebodahan masyarakat kita. Dan jika sistem ini yang merupakan pokok permasalahan pendidikan dinegeri ini, kalau ini adalah satu-satunya masalah, maka siapkah kita menggerakkan aktivis pendidikan kita untuk mendobrak system tersebut, untuk kemudian membantun sebuah system pro tujuan luhur pendidikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-3647566575665742063?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/3647566575665742063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/pertanyaan-tentang-tujuan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/3647566575665742063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/3647566575665742063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/pertanyaan-tentang-tujuan-pendidikan.html' title='PERTANYAAN TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-2870977647307510302</id><published>2009-05-22T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T00:20:40.453-07:00</updated><title type='text'>muak</title><content type='html'>MUAK&lt;br /&gt;“kesadaran akan kekacauan dirinya, menyebabkan manusia menjadi tragis, tetapi bukan murung”&lt;br /&gt;(Albert Camus)&lt;br /&gt;Pernahkah terlintas dalam benak bahwa betapa hidup ini sungguh memuakkan? Dimulai dari pagi saat membuka mata, semua diakhiri pada malam beranjak tidur, sungguh penuh dengan berbagai hal yang memuakkan, menjijikkan, menyedihkan dan terlebih lagi “tragis”. Penuh masalah, ketidak-mapanan, knflik, gesekan, menjadi warna yang menghiasi hari-hari, selalu dan selalu ada hal yang memuakkan. Tidak peduli siapapun dan kapanpun, muak pasti menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya, dan menjadi tonggak keberadaan diri sebagai manusia eksis-absurd.&lt;br /&gt;Sekaran marilah kita telaah lagi, bagaimana yang eksis-absurd dapat menjadi bagian tak terpisahkan dalam diri dan mengapa harus selalu begitu absurd dan selalu memuakkan. Hidup dipenuhi oleh permasalahan .   &lt;br /&gt;Dalam kontruksi kesadaran diri yang terlihat utuh dan kokoh, sebenarnya terdapat kekeroposan dan keheranan yang membuat hidup terasa makin absurd&lt;br /&gt;   Bangun kesiangan, Membuka pagi dengan kesiangan yang bukan merupakan kesalahan kita,   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keculasan dan kecurangan tanpa nurani sungguh telah menjadi suguhan sehari-hari, beragam sikap memuakkan orang disamping kita dengan kesombongan harta untuk menginjak dan meneror kawan. Orang kaya dengan segepok uang yang tak jelas asal-muasalnya mencoba berdiri diatas perut lapar sang fakir-miskin, dengan gigi putihnya terbuka dalam terbahak-bahak ia menunjukkan bahwa betapa kuatnya kekuasaan capital dalam hidup yang makin hari makin absurd dan memuakkan. Dengan pongahnya, mereka mengekarkan tangan yang penuh dengan lemak untuk mencengkeram harta yang dianggap akan menemani dan menolong mereka dalam situasi apapun.  Jenuhkah mereka yang merasa diatas angin kebebasan uang? Tentu tidak, Karena seakan mereka dilahirkan untuk menjadi kenyang ditengah paceklik panjang nurani kemanusiaan.&lt;br /&gt;Boz, sebutan itulah yang menjadi racun dalam keabsurdan dunia, sebutan itu menjadi momok bagi para pekerja keras yang tertindas oleh keberadaan system pendukung atas pengkebirian harkat dan martabat manusia, jadilah semacam manuysia tanpa eksistensi dan kebebasan mutlak, kalau sudah seperti itu, tak ubahnya manusia hanya sebagai bangkai harum berjalan melenggok tanpa pengada dan mengada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum Rampung&lt;br /&gt;Besok berlanjut pada pemberontakan “tapi nek aku sempat”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-2870977647307510302?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/2870977647307510302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/muak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2870977647307510302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/2870977647307510302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/05/muak.html' title='muak'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-9114066540014052418</id><published>2009-04-29T21:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T21:29:55.854-07:00</updated><title type='text'>undangan</title><content type='html'>&lt;p&gt;teman, aku butuh kalian untuk membangunkan aku dari mimpi ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan menyadarkan aku betapa indahya dunia yang selama ini aku anggap sebagai suatu ke-absurd-an tanpa ujung dan ketragisan tanpa akhir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mohon bantuannya teman-teman &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-9114066540014052418?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/9114066540014052418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/undangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/9114066540014052418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/9114066540014052418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/undangan.html' title='undangan'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-1786702745326366148</id><published>2009-04-29T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T21:24:25.302-07:00</updated><title type='text'>tanpa judul</title><content type='html'>Aku tak tau&lt;br /&gt;Apa aku…?&lt;br /&gt;Aku tak tau&lt;br /&gt;Siapa aku…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ku tau&lt;br /&gt;Pecundang&lt;br /&gt;Kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha…ha…….ha……….ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya suara kekalahan dari pemenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mahasiswa&lt;br /&gt;Bukan intelektual muda&lt;br /&gt;Bukan insan akademik&lt;br /&gt;Bukan pula harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya seorang gundah dengan kemalangannya.&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku sok pinter dengan teori-teori njlimet&lt;br /&gt;Aku bilang biarin&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku sok ngerti hidup dengan penderitaan&lt;br /&gt;Aku bilang gak ngatur&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku sok alim dengan dua titik dijidat&lt;br /&gt;Aku bilang, ini trend&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku kaum konservatif dengan jenggot tebal&lt;br /&gt;Aku bilang, ini lagi musim&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku idealis&lt;br /&gt;Aku bilang, apakah kau tidak&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku lemot&lt;br /&gt;Aku bilang, daripada kolot&lt;br /&gt;Kamu bilang, matilah kaum penghianat&lt;br /&gt;Aku bilang, munculkan pembaharuan&lt;br /&gt;Kamu bilang, kuliahlah&lt;br /&gt;Aku bilang, for what ??????&lt;br /&gt;Kamu bilang, semangatlah, berdirilah&lt;br /&gt;Aku bilang, terlalu berat&lt;br /&gt;Kamu bilang, normative&lt;br /&gt;Aku bilang, praksis sajalah&lt;br /&gt;Kamu bilang, lemah&lt;br /&gt;Aku bilang, kuatku adalah lemahku&lt;br /&gt;Kamu bilang, kepala batu&lt;br /&gt;Aku bilang, jalan hidup&lt;br /&gt;Kamu bilang, aku munafik dengan penamPilanku&lt;br /&gt;Aku bilang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH AKU&lt;br /&gt;Hahahahahahahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-1786702745326366148?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/1786702745326366148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/tanpa-judul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/1786702745326366148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/1786702745326366148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/tanpa-judul.html' title='tanpa judul'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-6509384699937165681</id><published>2009-04-23T19:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T19:35:44.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><title type='text'>kemunafikanku</title><content type='html'>Sungguh, betapa penyakit kontemporer telah merasuki sum-sum tulang dan aliran darah manusia. Mungkin, itu hanya sebagai salah satu pertanda kehidupan yang lazim disebut “modern”. Ya, penyakit tersebut adalah neo-munafikisme, sebuah penyakit yang diakibatkan oleh firus ganas, yang telah ditransformasi sedemikian rupa sehingga bentuk dan penandanya pun tak ada yang tahu. Siapapun tidak akan menyangka bahwa firus ini telah menyebar dengan amat ganas, bahkan katakanlah dokter spesialis jiwa (baca ; “agamawan”) yang sering memberi ceramah dan teori berbagai penyakit jenis ini (maksudnya; penyakit hati) tidak akan pernah bisa mendiagnosa dan memberi obat mujarab kecuali hanya obat pelupa untuk mensugesti pasien bahwa “ia tidak sedang sakit”.&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, firus ini ternyata merupakan penyakit “idaman” setiap manusia, bagaimana tidak setiap orang berlomba-lomba untuk terjangkiti penyakit ini, walaupun mereka dengan lantang berteriak “aku orang suci”. Setiap hari (sebenarnya setiap detik), berapa banyak yang telah menjadi korban dari penyakit “kenikmatan ini”, tak peduli apa latar belakang profesi dan latar-belakang mereka, baik berasal dari berbagai golongan, kalangan bahkan usia. Yang penting mereka masih “manusia”, maka penyakit ini akan mudah memberi sapaan akrab khas seorang sahabat. Semua adalah objek nikmat dari sebuah ideologi hebat bentukan manusia pada zamannya.&lt;br /&gt;Biadab, laknat dan bangsat (boleh ditambah sendiri “sakpena`e”). Mungkin kata tersebut tidak akan cukup untuk mengungkapkan bahwa betapa hancur-lebur “dalaman” seorang yang telah terjangkit penyakit melenakan ini.&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita kerucutkan objek. Ia menggiang-giangkan dan meneriakkan anti global-warming, semua tulisannya berbau menentang atas hegemoni “budaya modern” tersebut. Tapi apa kenyataan yang ditampilkan sungguhlah berbeda dengan bibir dan tangan kasarnya, yang senantiasa setia menulis kritik pedas atas global-warming. Realitanya, Ia menyulap alam lingkungannya menjadi boneka indah pemangku birahi keindahan dan kepentingan perut. Saat sampah yang dihasilkannya meluncur begitu damai dan nyaman diatas aliran sungai yang mulai sesak nafas oleh kotoran makhluk-makhluk sebangsanya. Dan bumi pun diperkosanya, hingga untuk tampil sebagai “ibu pertiwi” pun harus berfikir ribuan kali.&lt;br /&gt;Tapi tahukah Anda bahwa yang patut digaris-bawahi adalah “Ia adalah aku”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-6509384699937165681?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/6509384699937165681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/kemunafikanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/6509384699937165681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/6509384699937165681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/kemunafikanku.html' title='kemunafikanku'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-5036450583564629658</id><published>2009-04-23T19:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T19:19:04.445-07:00</updated><title type='text'>SEMACAM SADARNYA PEMIMPI</title><content type='html'>Kami tidak mau sadar, kalau dunia ini hanya berisi kemunafikan dan kebohongan. Sama saja, malah didunia mimpi yang juga penuh kemunafikan dan kebohongan masih sedikit kebahagiaan untuk kami tersenyum, dan itu semua tak kami dapatkan didunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULANNYA&lt;br /&gt;“Tak akan pernah sadar”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-5036450583564629658?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/5036450583564629658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/semacam-sadarnya-pemimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5036450583564629658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5036450583564629658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/semacam-sadarnya-pemimpi.html' title='SEMACAM SADARNYA PEMIMPI'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-4970520997936227997</id><published>2009-04-23T19:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T19:18:01.486-07:00</updated><title type='text'>salahkah jika senyum?</title><content type='html'>ADA YANG SALAH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah dalam diri ini jika selalu saja kehendak dan kemauan menjadi hampa, seperti udara beracun “segar mematikan”. Sepertinya kotak hati ini selalu dipenuhi beragam kesalaham sistem berfikir dan menalar, nurani yang bersih dan suci tak lagi mampu mengimbangi kuatnya dorongan arus nafsu dan otoritas patriarki-rasional. Seakan kemauan dan kehendak menjadi tanpa arti ketika dihadapkan pada setumpuk realita yang membusukkan harapan, membusukkan pemikiran atas kesadaran yang mulai direduksi oleh lingkungan tempat serigala-serigala memasang wajah manis tanpa dosa.&lt;br /&gt;Ada yang salah dalam realita ini, jika selalu saja usaha dan upaya yang dilakukan berujung pada kekosongan persona atas kehendak dan kebebasan. Kehampaan udara kebebasan makin memaksa kita untuk menghirup racun tirani bentukan kapitalis-borjuase,  yang sebelumnya telah lebih dahulu disusupi angin ketergantungan atas ketiakmampuan kita melawan kenyataan. Terbentuk dari remah-remah feodalis pemuja kebangsawanan dan kematian yang fakir.&lt;br /&gt;Bukankah setiap kita makhluk beradab dan bermartabat atas manusia yang lain? Jika ya, mengapa harus terjadi penistaan dan penyingkiran, bahkan pembunuhan karakter.&lt;br /&gt;Ada yang salah dengan pendidikan kita, yang selalu saja menyebabkan lulusannya bermental inlander, tidak berkarakter dan tanpa jati-diri. Out-put yang dihasilkan hanya berupa sekelompok orang ber-IP tinggi yang tak jarang mempunyai kelemahan mental dan karakter. Atau mereka dengan kepandaian dan keilmuan yang diperoleh dalam tataran akademis hanya mampu diam saja melihat ketidak-mapanan dan penindasan system maupun ideology penyiksa. Mereka baru akan berbicara jika itu menghasilkan keuntungan bagi kepentingan pribadi mereka.&lt;br /&gt;Adakah yang salah dengan mimpi kita, jika dalam kehidupan nyata tak pernah dijumpai sejumput senyum kemenangan dan kebahagian, bahkan sebaliknya hanya senyum getir dan miris merasakan derita yang terus tanpa lelah menghujam dan makin dalam. Sebutir nasi, hanya itu yang diperlukan untuk meredam gejolak para pemimpi yang dipaksa bangun dari ruang dan waktu yang memberi ia sedikit senyum, setelah sekian lama tangis dan derita melekat erat dan mengalir dalam darah merah mereka, yang makin menghitam oleh virus penistaan. Mengapa mimpi itu tercerabut dari akar indahnya, jika hanya itu yang mampu menjadi sedikit obat duka bagi para pesakitan realita.&lt;br /&gt;Jika mimpi itu dilarang, kami tak tau lagi, dimana kami bisa tersenyum?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-4970520997936227997?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/4970520997936227997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/salahkah-jika-senyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4970520997936227997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/4970520997936227997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/salahkah-jika-senyum.html' title='salahkah jika senyum?'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-1147575752298485599</id><published>2009-04-16T21:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T21:22:03.679-07:00</updated><title type='text'>OCEHHAN LELAH SEORANG ANAK BANGSA</title><content type='html'>Ya, memang pikiran intelektual mereka selalu disibukkan dengan istilah-istilah khas kaum intelektual yang sermakin mempertebal dinding pemisah antara kita, mereka merasa bangga dengan titel dan gelar yang tak lebih dari sekedar embel-embel kering hasil dari pemanasan otak selama minimal empat tahun. Atau kalau mau lebih berasa besar, tambah dua tahun pemanasan lagi. &lt;br /&gt;Semakin lama mereka pemanasan, semakin sering pula istilah yang sulit dimengerti muncul dan akhirnya semakin mereka bangga dengan istilah yang tidak mereka sadari semakin membawa kesenjangan. Bolehlah mereka pemanasan dalam penjara akademis selama bertahun-tahun (kalau perlu berabad-abad), tetapi ada satu yang patut mereka ingat, kita masih sama sebagai manusia, hanya kesempatan dan keluasan waktu saja yang membedakan.&lt;br /&gt;Tak jauh-jauh, intelektual kita yang masih bau kencur pula disibukkan dengan gaya hidup dan jaim ala “mahasiswa”. Menyandarkan diri pada yang terlalu toeri diatas langit, yang ternyata hasil copy-paste punya orang lain. Tidakkah kita punya harga diri sebagai personal individu merdeka, tidakkah bangsa kita punya sesuatu yang bisa menjadi senapan mesin otomatis dengan 1000 muntahan peluru tiap detik, tidakkah kita punya toeri pendidikan yang lebih dashyat melebihi -pedagogi hati-nya Pierre atau paham -eksistensialisme-nya Sartre. Jawabannya terserah Anda.&lt;br /&gt;hahahahahaha &lt;br /&gt; Ketika dihadapkan pada serangkaian masalah kebangsaan “tidak dalam bingkai nasionalisme”. Kita pasti tersentak mendapati keberadaan rasa yang telah tekikis habis deburan ombak neo-kolonilalisme, ketika warna bendera pun telah dilupakan, ketika wilayah-wilayah Negara semakin kabur oleh libido kuasa kapitalis pribumi atau ketika para intelektual telah berubah menjadi semacam “elit penguasa otoritas keilmuan”. &lt;br /&gt;Atau ketika berhadapan dalam bingkai kepentingan lemahnya perut menahan lapar dengan dihadapkan pada serangkaian normative aba-aba presiden dan elit bangsa. Manakah yang harus didahulukan antar norma social, nasionalisme dan  perut?&lt;br /&gt;“soal perut, tak bias ditunda”. Sebenarnya siapa yang patut disalahkan atas beringasnya perut lapar?&lt;br /&gt;Itulah bukti bahwa jati-diri dan karakter kebangsaan kita telah hilang ditelan gemerlap teori-teori pengetahuan “asing” yang semakin membuat kita terasing dirumah sendiri, buruh dipabrik sendiri atau beringin besar tanpa akar kokoh. Barang impor bukan berarti kualitasnya bagus, itulah yang patut kita sadari sebagai bangsa pewaris kebesaran maritime “Majapahit dan Sriwijaya” yang mampu membuat bangsa anak-cucunya dengan kemampuan dan kemauan berdikari, tanpa mengandalkan orang lain. Berani atas potensi diri dan percaya pada mimpi “berjaya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AKHIRNYA DATANG JUGA PENYAKIT ITU “OTAK BUNTU”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tak bermaksud posesif).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-1147575752298485599?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/1147575752298485599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/ocehhan-lelah-seorang-anak-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/1147575752298485599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/1147575752298485599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/ocehhan-lelah-seorang-anak-bangsa.html' title='OCEHHAN LELAH SEORANG ANAK BANGSA'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-5051025129683684740</id><published>2009-04-16T21:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-16T21:22:32.428-07:00</updated><title type='text'>puisilit</title><content type='html'>Aku tak tau&lt;br /&gt;Apa aku…?&lt;br /&gt;Aku tak tau&lt;br /&gt;Siapa aku…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ku tau&lt;br /&gt;Pecundang&lt;br /&gt;Kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha…ha…….ha……….ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya suara kekalahan dari pemenang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-5051025129683684740?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/5051025129683684740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/puisilit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5051025129683684740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/5051025129683684740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/puisilit.html' title='puisilit'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5366894460273889339.post-6803029649210087485</id><published>2009-04-16T21:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T21:21:27.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='तेर्दिदिक-bodoh'/><title type='text'>बेर्जुदुल अप?</title><content type='html'>Hegemoni ideologi kapitalis yang dilancarkan atas negeri ini akhirnya merembet juga dan sampai kepada kita pelajar-pelajar bangsa, dibawah mereka visi&amp;misi para founding father diwariskan. Ditangan mereka pun kehancuran pancasila mungkin terjadi, rubuhnya mental-mental pelajar negeri ini tak ayal menjadi symbol hidup, betapa kuasa kapitalisasi global berkuasa untuk mengkonstruksi apapun dengan kemauan dan kehendak para elit borjuis.&lt;br /&gt;Jadilah kita mahasisa Indonesia seperti serigala ompong dikandang sendiri, dipecundangi kamping-kambing congek bentukan hegemoni pasar. Kita terlalu dan selalu disibukkan dengan pikiran bagaimana “menikmati hidup” ala mahasiswa, otak kita didokrin oleh beragam hedonisme fisik dibawah kepentingan nafsu, sehingga menutup mata atas realita lingkungan sekitar. Namaun hal itu tidak perlu disesali karena memang itulah bukti eksistensi mahasiswa kita sekarang. &lt;br /&gt;Mahasiswa “kupu-kupu”, mungkin sedikit banyak dapat menjadi pegangan (bahkan pedoman) saat kita berfikir tentang mahasiswa. Pada satu arti “kupu-kupu” adalah kependekan dari “kuliah-pulang kuliah pulang”, yang dirasakan sebagai dampak termanis dari system pendidikan yang hanya menekankan “angka-angka”. Rupanya demikianlah yang diharapkan dengan adanya aturan-aturan yang menyokong pra-anggapan ini, presentasi 75%. Ketika dihadapkan pada tugas dikumpul tepat waktu dengan dead-line yang mesti on-time, kita sering-kali beranggapan “waton numpuk” tidak peduli karya tersebut illegal maupun  karya tersebut illegal maupun  karya tersebut illegal maupun  karya tersebut illegal maupun  karya tersebut illegal maupun  mahasiswa  . Pada sudut pandang lain dapat berarti kehedonisan yang merebak begitu indah bagai kupu-kupu, dalam hal ini jaga termasuk kupu-kupu malam berwujud mahasiswa. Ataupun )  &lt;br /&gt;Bisalah kita berpikir bahwa yang menjadi akar dari problematic ini adalah suatu system pendidikan, yang dianggap mengkebiri kretivitas dan produktivitas mahasiswa, terjadilah pergeseran dari sebagai suatu yang hidup dan berkehendak menjadi barang setengah jadi (bahkan masih mentah) yang hanya butuh dicetak sesuai bentuk yang diharapkan. Ya kalau bentuk tersebut merupakan representasi kebutuhan masa depan bangsa, namun yang terjadi adalah menjadikan mahasiswa sebagai boneka akademik, bukan sebagai subjek. &lt;br /&gt;Hanya yang dianggap memenuhi kualifikasi angka-angka IP, yang diperbolehkan maju memenuhi keinginan para elit penentu kebijakan pendidikan, karena dianggap sesuai dengan tujuan pendidikan Indonesia yaitu membentuk manusia ber-angka tinggi (IP).&lt;br /&gt;Selanjutnya terserah Anda? Persepsi dan tanggapan adalah hak mutlak bagi pembaca&lt;br /&gt;Saya sok serius ya, hah ha hahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5366894460273889339-6803029649210087485?l=absurd-pemimpi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/feeds/6803029649210087485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/6803029649210087485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5366894460273889339/posts/default/6803029649210087485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://absurd-pemimpi.blogspot.com/2009/04/blog-post.html' title='बेर्जुदुल अप?'/><author><name>PEMIMPI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03654831208963273211</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-QhiB8oxr9I/ShBAChZlhjI/AAAAAAAAABM/mnVRzoWhwnk/S220/jancok+1'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
